Mau Tidur Lebih Nyenyak? Hindari 5 Makanan Ini Sebelum Beranjak ke Tempat Tidur

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:50 WIB
ilustrasi, susah tidur bisa jadi salah satu gejala gangguan tidur. (pexels.com)
ilustrasi, susah tidur bisa jadi salah satu gejala gangguan tidur. (pexels.com)

 

Sumutpos.jawapos.com-Sulit tidur tidak selalu disebabkan oleh stres atau kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur. Pola makan sehari-hari juga memiliki peran besar dalam menentukan kualitas istirahat malam.

Para ahli menyebut, kekurangan vitamin tertentu maupun konsumsi makanan yang kurang tepat dapat mengganggu ritme alami tubuh sehingga seseorang kesulitan terlelap, sering terbangun di malam hari, atau tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.

Dilansir dari RBC-Ukraine, Profesor sekaligus ahli gizi Oleh Shvets menjelaskan bahwa nutrisi yang tepat membantu otak memproduksi hormon tidur dan membuat tubuh lebih rileks menjelang waktu istirahat.

Vitamin dan Mineral Berperan Penting

Keseimbangan vitamin serta mineral menjadi salah satu kunci utama untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Vitamin D berperan dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang mengendalikan siklus tidur dan bangun. Selain diperoleh dari paparan sinar matahari, vitamin ini juga banyak ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon dan tuna, serta kuning telur.

Tak kalah penting, vitamin B6 dan vitamin B12 membantu proses pembentukan melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Kekurangan vitamin tersebut dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami insomnia.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin B, disarankan mengonsumsi produk susu segar, pisang matang, serta sayuran hijau secara rutin.

Sementara itu, magnesium dan zinc berfungsi membantu otot menjadi lebih rileks setelah beraktivitas seharian. Kedua mineral tersebut banyak terdapat pada biji-bijian dan makanan laut.

Baca Juga: Pelajaran Berharga PSMS dari Piala Presiden 2026

Ada pula triptofan, asam amino yang menjadi bahan baku pembentukan serotonin dan melatonin. Kandungan triptofan dapat ditemukan pada kacang-kacangan, tahu, serta berbagai jenis polong-polongan.

Selain itu, vitamin C dari buah jeruk dan brokoli juga berperan melindungi sel tubuh dari stres oksidatif sekaligus mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Waktu Makan Juga Menentukan

Anggapan bahwa makan malam selalu menyebabkan kenaikan berat badan kini mulai ditinggalkan.

Menurut para ahli, waktu terbaik untuk makan malam adalah sekitar dua hingga empat jam sebelum tidur. Jeda tersebut memberi kesempatan bagi tubuh untuk mencerna makanan dengan baik sekaligus mengurangi risiko naiknya asam lambung yang sering menjadi penyebab seseorang terbangun di tengah malam.

Jika rasa lapar muncul menjelang tidur, camilan ringan justru diperbolehkan selama porsinya tidak berlebihan.

Beberapa pilihan yang dianjurkan antara lain:

Segenggam kecil kacang almond atau kenari
Segelas susu hangat
Yogurt rendah lemak
Buah ceri segar

Minuman seperti teh chamomile juga dikenal membantu menenangkan sistem saraf sehingga tubuh lebih siap memasuki waktu tidur.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur

Sebaliknya, ada sejumlah makanan yang justru dapat mengganggu kualitas tidur.

Makanan pedas dan asam berpotensi memicu nyeri ulu hati atau asam lambung naik, terutama ketika seseorang langsung berbaring setelah makan.

Makanan tinggi lemak jenuh seperti daging goreng atau keju berlemak juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras sepanjang malam. Akibatnya, tubuh sulit benar-benar rileks sehingga tidur menjadi dangkal dan tidak nyenyak.

Baca Juga: Evakuasi KMP Mutiara Sentosa 2 Terus Berlangsung, 218 Penumpang Selamat dan 4 Meninggal Dunia

Kafein juga menjadi salah satu penyebab utama gangguan tidur. Kandungannya tidak hanya terdapat pada kopi dan teh, tetapi juga pada cokelat serta beberapa minuman energi.

Sementara itu, alkohol sering memberikan kesan seolah-olah membantu seseorang cepat tertidur. Padahal, menurut para ahli, alkohol justru mengganggu fase tidur nyenyak sehingga seseorang lebih mudah terbangun pada paruh kedua malam dan bangun pagi dalam kondisi tidak segar.

Tidur Berkualitas Dimulai dari Pola Makan

Selain menjaga jadwal tidur yang teratur dan mengurangi paparan layar sebelum tidur, memperbaiki pola makan menjadi langkah penting untuk mengatasi insomnia secara alami.

Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, memilih makanan yang mendukung produksi hormon tidur, serta menghindari makanan yang mengganggu sistem pencernaan dapat membantu tubuh memperoleh tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas tanpa harus bergantung pada obat tidur. (net/han)

Editor : Johan Panjaitan
kualitas tidur pola makan vitamin makanan