Kenali Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung, Jangan Sampai Terlambat

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi, nyeri dada bisa jadi merupakan masalah jantung akibat hipertensi. (pexels.com)
Ilustrasi, nyeri dada bisa jadi merupakan masalah jantung akibat hipertensi. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.

Melansir Medscape, Selasa (22/9/2026), hipertensi kerap dijuluki silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. 

Karena itu, penting untuk mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. 

Baca Juga: Sayuran Hijau Berdaun Rentan Terkontaminasi, Cuci Bersih dan Jangan hanya Dibilas, Ini Caranya

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

1. Nyeri atau rasa tertekan di dada
Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah koroner, yakni pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung.

Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi berkurang dan memicu nyeri dada atau angina. 

Keluhan ini umumnya terasa seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat, terutama saat beraktivitas maupun mengalami stres.

2. Mudah sesak napas
Salah satu tanda hipertensi mulai merusak jantung adalah munculnya sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga.

Baca Juga: Lawan Penyakit Susah Tidur dengan Meminum Minuman Ini, Terapkanlah!

Kondisi ini terjadi karena kemampuan jantung memompa darah mulai menurun sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh tidak optimal. 

Jika kerusakan semakin parah, sesak napas bahkan bisa muncul saat beristirahat atau ketika berbaring.

3. Mudah lelah
Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh ikut berkurang. 

Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lelah meski hanya melakukan aktivitas sehari-hari. Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan menganggapnya sebagai kondisi yang sepele.

4. Jantung berdebar 
Tekanan darah tinggi juga dapat memengaruhi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar.

Baca Juga: Mulut Terasa Pahit Sehabis Bangun Pagi? Ini Penyebabnya

Bila kondisi ini terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sebab, keluhan tersebut bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.

5. Jantung membesar
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali membuat otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya. 

Lama-kelamaan, otot bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar. Kondisi yang dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kiri ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.0

Namun, jika terus berlanjut, kemampuan00lpp jantung memompa darah akan menurun sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya

6. Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
Hipertensi yang berkembang menjadi gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh. 

Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai. 

Penumpukan cairan juga dapat menyebabkan berat badan meningkat dalam waktu singkat.(lin)

Editor : Redaksi
penyakit jantung Tekanan Darah Tinggi Jantung Sehat kesehatan jantung hipertensi