Jangan Asal Minum Suplemen! Ini Bahaya yang Mengintai Tubuh

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi, mengonsumsi suplemen untuk mendukung kesehatan rambut, kulit, dan kuku juga ada efek sampingnya. (pexels.com)
Ilustrasi, mengonsumsi suplemen untuk mendukung kesehatan rambut, kulit, dan kuku juga ada efek sampingnya. (pexels.com)

 

Sumutpos.jawapos.com-Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral kerap dianggap sebagai cara praktis untuk menjaga kesehatan. Mulai dari zinc untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, magnesium untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral, hingga minyak ikan yang populer untuk menunjang kesehatan jantung. Namun, mengonsumsi banyak suplemen sekaligus tanpa mengetahui kebutuhan tubuh justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Pakar memperingatkan, anggapan bahwa semakin banyak suplemen yang dikonsumsi akan semakin baik bagi tubuh tidak selalu benar. Kelebihan sejumlah vitamin dan mineral dapat menimbulkan efek samping, bahkan memicu gangguan kesehatan apabila dikonsumsi dalam dosis berlebihan.

Baca Juga: Robi Barus: Persatuan Merupakan Kunci Keutuhan NKRI

Dilansir dari Fox News, Jim LaValle, apoteker klinis sekaligus pakar pengobatan metabolik yang berbasis di Texas, Amerika Serikat, menekankan pentingnya menyesuaikan konsumsi suplemen dengan kebutuhan setiap individu.

Menurutnya, suplemen memang dapat memberikan manfaat dalam kondisi tertentu. Namun, penggunaannya perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta kebutuhan nutrisi masing-masing orang.

Jangan Asal Menumpuk Berbagai Suplemen

Tren kesehatan di media sosial membuat beragam suplemen semakin populer. Sebagian orang mengonsumsi beberapa produk sekaligus dengan harapan mendapatkan manfaat yang lebih besar, mulai dari meningkatkan energi hingga membantu mengatasi stres dan memperbaiki kualitas tidur.

Padahal, pendekatan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh.

LaValle mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi berbagai suplemen tanpa tujuan yang jelas dapat berujung pada konsumsi berlebihan. Risiko juga dapat meningkat ketika suplemen dipadukan dengan produk lain, termasuk peptida yang digunakan untuk tujuan kesehatan atau kebugaran.

Baca Juga: Mahasiswa USU Tembus Podium Internasional Lewat Inovasi Pemantauan Keselamatan Bangunan Bersejarah

Ia menilai, langkah pertama yang lebih tepat adalah memahami kebutuhan tubuh sebelum memutuskan jenis suplemen yang akan dikonsumsi.

Suplemen seharusnya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan tertentu, bukan sekadar mengikuti tren atau meniru pengalaman orang lain.

Tes Darah Membantu Mengetahui Kebutuhan Tubuh

Salah satu langkah yang disarankan LaValle adalah melakukan pemeriksaan darah ketika terdapat indikasi kekurangan nutrisi atau keluhan kesehatan yang memerlukan evaluasi.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi kondisi tertentu, seperti kekurangan zat besi, serta memberikan gambaran mengenai kebutuhan nutrisi yang perlu ditangani.

Sebagai contoh, seseorang yang sering merasa lelah mungkin langsung memilih suplemen yang diklaim dapat meningkatkan energi. Padahal, kelelahan bisa berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk kekurangan zat besi.

LaValle menyoroti bahwa sebagian orang memilih produk seperti ashwagandha atau rhodiola untuk mengatasi kelelahan tanpa terlebih dahulu memeriksa kemungkinan penyebabnya.

Dalam situasi tertentu, pemeriksaan kadar zat besi dan feritin dapat membantu tenaga medis menilai apakah seseorang mengalami kekurangan zat besi.

Meski demikian, tidak semua orang membutuhkan pemeriksaan darah yang sama. Jenis tes sebaiknya ditentukan berdasarkan gejala, riwayat kesehatan, pola makan, faktor risiko, dan pertimbangan tenaga medis. Hasil pemeriksaan pun perlu ditafsirkan secara tepat, bukan dijadikan alasan untuk mengonsumsi suplemen secara mandiri.

Terlalu Banyak Zinc Bisa Mengganggu Kesehatan

Zinc merupakan mineral penting yang berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan metabolisme. Kekurangan zinc dapat mengganggu sejumlah fungsi tersebut sehingga pemenuhan kebutuhannya tetap penting.

Namun, konsumsi zinc dalam jumlah berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Baca Juga: Zulkarnaen S.K.M : Sekolah Rakyat Wujud Nyata Keadilan Sosial

Mengacu pada informasi dari National Institutes of Health (NIH) yang dikutip Fox News, kelebihan zinc dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan menghambat penyerapan tembaga dalam tubuh.

Jika berlangsung dalam kondisi tertentu, kekurangan tembaga akibat konsumsi zinc berlebihan dapat memicu anemia dan gangguan neurologis.

Artinya, memenuhi kebutuhan mineral tidak sama dengan mengonsumsi sebanyak mungkin. Tubuh membutuhkan jumlah yang sesuai, sedangkan kelebihan asupan justru dapat mengganggu keseimbangan nutrisi.

Karena itu, konsumsi suplemen zinc sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan harian, asupan dari makanan, serta kandungan zinc dalam produk lain yang digunakan secara bersamaan.

Vitamin A dan D Juga Bisa Berbahaya Jika Berlebihan

Selain zinc, vitamin A dan vitamin D termasuk nutrisi yang perlu diperhatikan dosisnya.

Vitamin A berperan dalam penglihatan, fungsi kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel. Sementara itu, vitamin D membantu penyerapan kalsium serta mendukung kesehatan tulang.

Keduanya memang dibutuhkan tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek toksik.

Kelebihan vitamin A yang telah terbentuk sebelumnya atau preformed vitamin A dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi secara berulang. Sementara itu, kelebihan vitamin D dari suplemen dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah dan berpotensi merusak ginjal maupun organ lainnya.

Risiko tersebut menjadi alasan penting untuk tidak menggabungkan berbagai produk vitamin tanpa memeriksa kandungan dan dosisnya. Seseorang bisa saja memperoleh vitamin yang sama dari multivitamin, suplemen tunggal, dan produk lain secara bersamaan tanpa menyadari total asupan yang masuk ke tubuh.

Sesuaikan Suplemen dengan Tujuan Kesehatan

Kebutuhan suplemen dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya. Seseorang yang mengalami kekurangan nutrisi mungkin memerlukan suplementasi, sedangkan orang dengan pola makan seimbang dan kondisi kesehatan tertentu belum tentu membutuhkan produk tambahan dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Rusak Areal Perladagan di Desa Lae Ambat Dairi

LaValle juga menjelaskan bahwa suplemen tertentu dapat dipertimbangkan untuk mendukung tujuan kebugaran, seperti membantu menunjang performa olahraga atau mengurangi risiko cedera dalam kondisi yang sesuai. Namun, penggunaannya tidak berarti harus dilakukan terus-menerus tanpa evaluasi.

Pengaruh promosi di media sosial dan rekomendasi dari teman juga perlu disikapi secara kritis. Produk yang dirasakan bermanfaat oleh seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Sebelum memulai atau menggabungkan beberapa suplemen, konsultasikan penggunaannya dengan dokter atau apoteker, terutama jika sedang mengonsumsi obat resep atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.(net/han)

Editor : Johan Panjaitan
kesehatan magnesium bahaya tubuh suplemen