Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cewek Tionghoa Tewas Hanyut sambil Genggam Uang

Admin-1 Sumut Pos • Sabtu, 25 April 2015 | 10:35 WIB
Photo
Photo
Foto: Raja/PM
Mayat A Wie alias Siti Burhan di tepi sungai, usai penggerebekan lapak judi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Penggerebekan lapak judi dadu (samkwan) yang dilakukan Denintel I/BB, Rabu (22/4) sekira pukul 19.00 di Jl Karya Cilincing, menelan korban jiwa. Seorang perempuan Tionghoa, tewas usai lompat ke sungai saat penggerebekan.


Aksi Denintel I/BB di Lorong XIV B. Kel. Glugur Darat I, Kec. Medan Barat itu mengagetkan puluhan pemain beserta warga sekitar. Mengendarai kurang lebih 6 unit sepeda motor Yamaha Vixion dan Yamaha Mio, petugas berhasil mengepung seluruh lokasi judi tersebut mulai dari depan Lorong XIV dan juga Jl Karya Lorong 21.


"Malam itu cepat kali gerak mereka dek. Ada seorang nyamar pake baju preman berbadan tinggi mampir beli rokok tepat di depan lokasi judi ini dek. Saya udah sempat curiga, pasti ini petugas, karena cuma dia sendiri yang mukanya asing. Akhirnya beberapa menit kemudian dek, muncullah naik sepeda motor 3 dari belakang, 3 sepeda motor dari depan. Kencang-kencang orang itu bang," terang Handoko, warga sekitar.


Setibanya, petugas Denintel berpakaian preman langsung memarkirkan sepeda motor mereka dan langsung meletuskan kurang lebih 10 kali tembakan peringatan. Bukannya takut, para pemain yang berada di lokasi, berhamburan kabur menyelamatkan diri masing-masing. Ada yang masuk ke dalam gang rumah warga, bahkan ada yang menyeburkan diri ke Sungai Deli yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi judi tersebut.


Namun, yang menceburkan diri ke dalam sungai, ternyata ditampung petugas yang sudah berada di seberang sungai. "Cuma satu orang yang ketangkap di dalam sungai itu dek, sementara yang lainnya memang berhasil meloloskan diri dari petugas meskipun mereka masuk didalam sungai. Betul-betul dikepung lah dek semalam lokasi ini," terang warga lain, tapi enggan memberikan identitasnya.




Photo
Photo
Foto: Robert/PM
Lokasi lapak judi dadu Samkwan Karya Cilincing yang digrebek petugas Denintel.

Akhirnya, 4 berhasil diamankan petugas. Satu diantara keempat pelaku yang merupakan bandarnya diketahui bernama Serda S oknum TNI-AL, namun sekitar 1 jam kemudian, keempatnya hanya disuruh untuk membuat surat pernyataan dan kemudian kembali dilepaskan oleh Denintel.


"Semalam dek yang diamankan ada 4 orang lah, itulah salah satunya si Marno. Ada juga acek-acek yang diamankan katanya mereka dibawa di Gaperta dek, kemudian suruh buat surat pernyataan dan gak lama setelah diperiksa 1 jam kemudian dilepaskan," ujar Wagino yang menyaksikan langsung aksi tersebut.


Namun, beberapa kendaraan pemain tertinggal di lokasi kejadian. Yang mengherankan adalah Suzuki Ertiga BK 1390 IT hitam, yang hingga kemarin (23/4) pagi, masih berada di lokasi kejadian. Sepengetahuan warga, mobil itu milik A Wi alias Siti Burhan (40) warga Jl Kol Yos Sudarso Lingkungan XIV, Kel. Glugur Kota, Kec. Medan Barat.


Dia juga berada di lokasi saat penggerebekan namun kabur dengan cara lompat ke sungai. Perempuan Tionghoa itu akrab disapa Ayam Penyet. Saat penggerebekan sempat terlihat mengenakan baju warna merah, melarikan diri dengan menggenggam uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dari atas meja judi dan langsung berlari ke bawah hingga akhirnya menceburkan dirinya ke dalam sungai.


Nah, keberadaannya akhirnya diketahui setelah Mukhlis (30), pencari barang bekas, menemukan sosok mayat wanita mengambang di aliran Sungai Deli di Kampung Banten, Pasar IV, Desa Helvetia, Labuhan Deli, sekira pukul 07.00 WIB. Sontak dia kaget dan minta tolong ke warga sekitar.


Setelah kedatangan polisi, akhirnya jasad itu teridentifikasi yakni A Wi. Jasadnya ditemukan sekira 3 km dari lokasi lapak judi dadu yang digerebek. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang kita dapatkan pada tubuh korban, korban tewas karena terbawa arus, untuk saat ini kita baru memeriksa satu orang saksi dan kita juga mengamankan sebuah mobil milik korban," ucap Kapolsek Medan Labuhan, Kompol B J Situmorang.




Sementara, warga sekitar lokasi penggerebekan, mengaku melihat A Wi malam itu. Bahkan, A Wi sempat pamer bawa uang Rp.20 juta. "Sempat memang bang dia kami lihat sambil megang uang lari ke bawah dan nyebur ke sungai bang. Kata orang yang juga ikut melarikan diri ke dalam sungai, sempat melihat si Ayam Penyet melambaikan tangan. Dikiranya dia main-main, rupanya dapat kabar udah tewas karena terbawa arus sungai yang semalam itu tingginya mencapai 3 meter dari dasar sungai bang," ucap Johan, warga sekitar lokasi penggerebekan.


Info dari sumber koran ini, saat jasad A Wi ditemukan, terlihat uang Rp50 ribu dan Rp100 ribu masih digenggamnya. Namun, saat polisi datang, uang itu sudah tak ada lagi. Ada tokoh pemuda di sana yang mengambil dan mengaku akan menyerahkan ke polisi.


Sementara, Kanit Binmas Polsek Medan Labuhan, AKP Idris S, memeriksa mobil A Wi, sekira pukul 13.30 WIB. Dari dalam mobilnya, terlihat 4 kotak tepung, baju kotor milik korban. Dijelaskan oleh warga sekitar bahwa A Wi sudah sejak lama tak bertempat tinggal di Lorong XIV, yang tak jauh dari lokasi judi tersebut, kini berstatus janda anak 1 dan bertempat tinggal di Krakatau.


"Dia itu anaknya cuma 1, dan tinggal di sini sejak tahun 90 an. Udah lama dia pindah dek, namun gak tau pasti berapa tahun. Mungkin udah ada 5 tahunan lah, dia sama suaminya pun udah pisah. Tinggalnya di Krakatau, namun pastinya kami gak tau dek," terang Krisna, Kepling XIV-B, diamini warga sekitar.


Terpisah, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehudin, ketika dikonfirmasi terkait penggerebekan judi tersebut, mengaku mereka telah melepaskan keempat pemain dan bandar lantaran tidak terbukti. Sebab tidak ditemukannya barang bukti yang kuat untuk mendudukkan perkara judi tersebut.


"Memang pihak Denintel I/BB ada melakukan penggerebekan kemarin malam. Ada empat orang yang dibawa dan diperiksa, kemudian hanya membuat surat pernyataan dan kita lepas lantaran tidak ditemukannya bukti kuat dari keempatnya," terang Enoh.


Sementara, Danpomal Lantamal I, Mayor Julkifly mengaku tak tahu ada personel TNI AL berinisial Serda S diamankan dari lokasi judi. "Tidak ada diserahkan dan kita amankan anggota terkait penggerebekan itu," jelasnya lewat telepon.(mag2/cr1/trg) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#penjudi tewas hanyut #lokasi judi digerebek di medan