Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Anggota DPD RI Minta Izin Lion Air Dicabut

Admin-1 Sumut Pos • Selasa, 28 April 2015 | 12:51 WIB
Photo
Photo
Foto: Manahan/PM
Parlindungan Purba memeriksa ban pesawat di maintanance Lion Air di bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumut, Senin (27/4/2015).

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO - Insiden berasap dan meledaknya Auxialiary Power Unit (APU) pesawat Lion Air jenis Boing 737–900 R di Bandara Kuala Namu, Jumat (24/4) lalu tak hanya mengecewakan penumpang, tapi juga membuat geram anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba. Karena sering bermasalah, Parlindungan mendesak Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan segera mencabut izin Lion Air. Hal ini ditegaskan Parlindungan saat sidak ke Bandara Kuala Namu, Senin (27/4) sore.


Sore itu Parlindungan khusus datang ke bandara untuk melihat secara langsung maintenance (perawatan) pesawat, khususnya Lion Air. Namun Parlindungan harus kecewa saat mendengar penjelasan tekhnisi Lion Air, Setiawan Sembiring dan Deni Y Silaban selaku koordinator operasional Lion Air. Pasalnya, mereka mengaku tidak memeriksa APU pesawat yang transit dengan alasan hanya 20 menit berada di landasan. Biasanya mereka hanya memeriksa ban dan mengganti oli saja.


Sementara pemeriksaan APU hanya dilakukan pada malam hari, saat pesawat nginap di apron maupun pemeriksaan harian. Sementara untuk pemeriksaan menyeluruh dilakukan setelah pesawat melakukan penerbangan selama 1500 jam. Selain itu, keduanya pun menjelaskan bahwa di Bandara Kuala Namu ada cadangan sparepart, dan pemeriksaan dilakukan berdasarkan list yang mereka terima.


Parlindungan juga meninjau sparepart dan peralatan yang ada di lokasi maintenance maskapai Lion Air seperti ban dan oli pesawat. Parlindungan pun sempat menemui Group Leader Lion Air, M. Manulang dan menanyakan mengapa tidak dilakukan pemeriksaan APU untuk pesawat transit di aBndara Kuala Namu, hingga terjadi perdebatan diantara keduanya. Setelah mendengarkan penjelasan dari Parlindungan, akhirnya M. Manulang pun mengatakan akan menyampaikan masukan dari Parlindungan ke atasannya.


Setelah melakukan sidak di maintenance maskapai Lion Air, kepada wartawan Parlindungan menegaskan akan meminta Mentri Perhubungan melakukan audit kembali terkait maintenance setiap maskapai y demi keselamatan penerbangan. Dirinya sangat menyesalkan ketidakseriusan pelayanan Lion Air yang dibuktikan terjadinya letupan APU dan tidak berfungsinya AC sehingga penumpang dialihkan ke penerbangan lain. ”Tidak ada perubahan maintenance saat saya meninjau kemarin. Saya minta di bandara Kuala Namu disediakan facility maintanance,” tegasnya. Saat disinggung jika maskapai Lion Air tetap tidak meningkatkan maintenance-nya, sanksi apa yang akan diberikan?

Parlindungan kembali menegaskan akan meminta otoritas bandara mencabut izin Lion Air. ”Jika Lion Air tidak melakukan pemeriksaan APU untuk pesawat transit, saya minta kepada otoritas bandara untuk mencabut izin Lion Air. Saya juga minta kepada mentri perhubungan untuk mengaudit kembali maintenance setiap penerbangan ,” tegasnya.




Photo
Photo
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Pesawat Lion Air JT303 rute KNO-CGK meledak sebanyak dua kali pada bagian Auxiliary Power Unit (APU). Pesawat yang dipiloti Armansyah ini meledak saat mundur dari parkiran Bandara Kualanamu menuju Run Way sekira pukul 11.50, Jumat (24/4).

Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan M Nasir Usman saat mendampingi Parlindungan melakukan sidak menjelaskan, terkait perkembangan investigasi meladaknya APU peawat Lion Air bahwa tim KNKT yang terdiri dari Kapten Nur Cahyo , Kapten Khairuddin dan Masrun telah mengumpulkan dan data dan meninjau penumpang Lion Air yang mengalami luka-luka saat melompat dari pintu darurat pesawat.


Dirinya juga merincikan data-data yang dikumpulkan tim KNKT yang dipimpin Kapten Khairuddin yaitu rekaman CCTV apron, rekaman pembicaraan pilot dengan petugas Air Traffic Controller ( ATC) , laporan kronologis pilot , pramugari, petugas Aircraft Movement Control ( AMC) , keterangan penumpang , data dari PT AP II sebagai pengelola bandara Kuala Namu serta foto-foto kondisi mesin pesawat. Saat disinggung bagaimana dengan black box pesawat? Dirinya mengungkapkan bahwa black box pesawat sudah dibawa ke Jakarta oleh tim KNKT.


Namun sayangnya dirinya belum dapat menjelaskan penyebab pasti meletupnya APU pesawat. ”Penyebab meletupnya APU belum diketahui , kapan hasil investigasi keluar tergantung rilis tim KNKT,” tegasnya. Ditanya kapan pesawat Lion Air yang APUnya meletup itu dibawa ke Batam, sebab di Bandara Kuala Namu maskapai Lion Air tidak memiliki hangar untuk perawatan pesawat? M Nasir Usman menjelaskan bahwa hal itu juga tergantung rilis tim KNKT. ”Sebenarnya pesawat Lion Air yang APUnya meletup itu bisa diterbangkan. Maskapai Lion Air kooperatif dengan tim KNKT yang melakukan investigasi ,” jelasnya.


Terkait rusaknya AC di dalam pesawat Lion Air JT 303 tujuan Jakarta pada Minggu (26/5) siang , M Nasir Usman menjelaskan bahwa sebenarnya APU berfungsi namun tegangan yang dihasilkan tidak mencapai target sehingga tidak digunakan yang mengakibatkan tidak berfungsinya AC. ”Saat start engine ada ketakutan jika menggunakan APU akan terjadi insiden seperti Jumat lalu,” jelasnya. (crr-1/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#APU lion air meledak #parlindungan purba