Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kalau Punya Pesawat Sendiri, Tak Payah Aku Berangkat ke Mekah

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 12 Agustus 2016 | 14:01 WIB
Photo
Photo
Foto: Parlinsungan/Sumut Pos
NBM, jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah, karena didiuga mengalami sakit jiwa.

Jamaah calon haji yang mengalami disorientasi juga ditemukan di Embarkasi Medan. Adalah NBM (74), jamaah asal Padanglawas, yang dinyatakan menderita disorientasi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui surat yang dikeluarkan Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Medan bernomor 06/Bidkes/PPIH/2016.


Kamis (11/8) sore, wartawan Sumut Pos sengaja menjenguk NBM di Rumah Sakit Haji Medan, tempatnya dirawat. Begitu tiba di Rumah Sakit Haji Medan, Sumut Pos langsung menuju ruang informasi, guna mengetahui di ruangan mana NBM dirawat.


Tidak banyak pertanyaan dari sang resepsionis. Begitu Sumut Pos menyebutkan nama yang hendak dikunjungi, resepsionis itu langsung membuka daftar pasien, lalu mengangkat telepon. Terdengar, resepsionis itu menanyakan apakah ada pasien bernama NBM. Setelah 3 kali menghubungi melalui telepon, baru resepsionis itu mengarahkan Sumut Pos untuk mendatangi ruang Jabal Nur.


Setibanya di ruang Jabal Nur, kembali Sumut Pos mendatangi meja informasi. Setelah menyebutkan nama yang hendak dikunjungi, resepsionis menunjukkan ruang bertulis A9 yang berada tepat di depan meja resepsionis. Selanjutnya, Sumut Pos langsung menuju ruangan tersebut dan secara perlahan mebuka pintu kaca ruangan itu.


Begitu pintu terbuka, Sumut Pos mendapati seorang wanita tua, sedang salat di atas tempat tidur pasien. Tidak ada seorang pun di ruangan itu, selain wanita berusia 74 tahun itu. Sumut Pos kembali keluar untuk menunggu NBM selesai menunaikan salat Ashar.


Setelah kembali masuk, Sumut Pos mendapati NBM baru membuka mukena, lalu melipat dan meletakkannya di atas sajadah yang juga sudah terlipat rapi. Seketika, NBM tersenyum menyambut kehadiran Sumut Pos. Tanpa banyak kata, Sumut Pos memperkenalkan diri. Namun, perkenalan itu sepertinya tidak maksimal karena NBM sepertinya tidak begitu mendengar apa yang disampaikan dengan suara pelan.


Saat Sumut Pos memulai pembicaraan dengan menanyakan alasan dia belum diberangkatkan ke Tanah Suci, raut wajah NBM langsung berubah sedih. Dia mengaku tidak tahu alasan dirinya belum diberangkatkan ke Tanah Suci. Ketika ditanyakan kondisi kesehatannya, dengan tegas NBM mengaku sehat. Namun, NBM menceritakan kejadian yang sempat dialaminya di Asrama Haji Medan.


“Dibilang orang itu sama aku kalau aku tak jadi berangkat. Kubilang, kalau nggak berangkat, pulang sajalah aku. Untuk apa aku nginap di sini kalau tidak berangkat. Tujuanku ke Mekah sajanya,” ungkap NBM.


Dikatakannya, menurut orang yang mengatakan dirinya tidak jadi berangkat, mobil yang membawanya ke Medan rusak. Makanya dia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya meminta agar bisa kembali ke kampung halamannya. Namun, karena dia terus meminta pulang, orang-orang yang ada di Asrama Haji malah menyebutnya telah membuat rusuh. Kemudian, dia dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan tanpa diberi penjelasan soal penyakitnya.


“Kalau aku punya pesawat sendiri, tidak payah aku berangkat ke Mekah. Jangankan pesawat, motor (mobil) pun aku tak punya. Jangankan motor (mobil), Honda (sepeda motor) pun aku nggak punya,” ungkapnya memelas.




Meski demikian, NBM mengaku kalau dirinya masih berharap untuk dapat berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Haji. Dikatakannya, hal itu sudah sangat lama didambakannya, sehingga dirinya berusaha untuk dapat memenuhi Ongkos Naik Haji (ONH).


“Ada kebun aku sedikit. Dari sanalah, sedikit demi sedikit aku tabung. Sangkin lamanya aku menabung, sampai cukup untuk ongkos haji,” sambung NBM.


Disinggung soal keluarga, NBM mengaku memiliki dua orang anak dan 10 orang cucu. Namun, anak dan cucunya tidak tinggal bersamanya. Saat dia berada di Rumah Sakit Haji Medan ini, dia mengaku sudah dikunjungi anak dan cucunya, sehingga dirinya lebih bersemangat.


“Baru saja pulang anakku tadi,“ tandasnya.


Setelah berbincang dengan NBM, Sumut Pos kembali mendatangi resepsionis guna menanyakan dokter yang menangani NBM. Namun, resepsionis itu mengatakan kalau Dokter Nita yang merawat NBM sudah pulang. Sementara untuk perawat, menurut resepsionis itu, para perawat tidak mengetahui karena hanya sebatas mengantar makan ke kamar pasien dan sesekali menyuntikkan obat.


“Kalau humas di sini Pak Fauzi namanya. Tapi itu pun sudah pulang juga,” ujarnya.


Sebelumnya, pada Selasa (9/8) malam, Sekretaris PPIH Embarkasi Medan, Bahrum Saleh menyebut kepada Sumut Pos jika NBM menderita sakit jiwa. Saat itu, Bahrum menyatakan hal itu di gedung Bundar Asrama Haji Medan, tepat di depan ruang Dokumen. Untuk meyakinkan Sumut Pos, Bahrum menunjukkan selembar surat yang dikeluarkan Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Medan bernomor 06/Bidkes/PPIH/2016 yang menyatakan Napisah menderita disorientasi. Bersamaan dengan Bahrum Saleh, Ketua Kloter 2 Embarkasi Medan, Umar Ritonga ada di sana. Dikatakan Umar kalau dirinya sempat dimarahi dan diceramahi NBM, dengan menyebut tidak ada guna berhaji baginya, kalau belum ziarah ke makam ibunya.


Tidak hanya itu, pada Rabu (10/8) siang, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Medan, dr Jefri H Sitorus menyebut kalau sakit jiwa yang dialami NBM, jenis gaduh gelisah. Namun, saat itu Jefri mengaku kalau tingkat keparahan penyakit jiwa yang diderita NBM belum dapat ditentukan.


Dikatakan Jefri, hal itu karena untuk menentukan itu butuh waktu lama, karena dilakukan dengan pemantauan. Oleh karena itu, Jefri mengaku menunggu laporan dari Dokter Spesialis Jiwa Rumah Sakit Haji Medan yang menangani NBM. (ain/adz)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#sumut #Embarkasi Medan #calon jemaah haji #sakit jiwa