Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kelompok Buruh Ikutan Demo 212, Begini Tuntutannya

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 30 November 2016 | 08:11 WIB
Photo
Photo
DANIL SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) konvoi usai berunjukrasa di DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (25/8) lalu. Buruh juga akan melakuka  aksi demo 212, bersamaan dengan aksi bela islam jilid 3.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bersamaan dengan aksi Bela Islam Jilid III, kelompok buruh juga akan melakukan aksi demo besar-besaran pada hari yang sama, yakni 2 Desember alias 212. Demo buruh ini menuntut pemerintah memperbaiki kesejahteraan buruh.


Terkait demo di hari yang sama ini, sejumlah pihak menilai agenda buruh yang berbeda dengan massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPFMUI), sebagai kelompok yang mengusung rencana makar seperti didengungkan Kapolri, Irjen Tito Karnavian.


Perwakilan buruh di Sumatera Utara (Sumut) pun membantah mentah-mentah. Kenapa aksi buruh tetap diadakan di tanggal 2 Desember 2016 mendatang, menurutnya karena pemerintah acapkali mengabaikan tuntutan buruh yang meminta nasibnya diperhatikan pemerintah.


“Pertama saya mau tegaskan kita tetap aksi, khususnya di Sumut pada 2 Desember nanti. Kedua, kenapa kita aksi di tanggal yang sama dengan Aksi Bela Islam jilid III? Agar apa yang kami suarakan benar-benar didengar oleh pemerintah, khususnya presiden,” ungkap Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo, kepada Sumut Pos, Selasa (29/11).


Apapun gejolak dan isunya, menurut Willy, perjuangan yang dilakukan massa buruh sudah sangat lama mereka lakukan. Penolakan terhadap PP 78 soal upah murah kata Willy.


“Kita mau memberikan pelajaran bagi pemerintah yang jelas-jelas tidak mendukung kesejahteraan nasib buruh. Apa perlu aksi buruh berdarah-darah sehingga suara kami didengar, apa seperti itu. Sehingga kami tetap akan melakukan aksi di 2 Desember,” tegas Willy.

Kepada Kapolri, Willy menegaskan jangan mengesampingkan aksi mogok buruh dalam demo di 2 Desember nanti. “Kami kesalkan kenapa dilarang aksi, ya dengarkan suara kami perbaiki nasib kami. Jangan dianggap aksi kami yang tidak sejalan dengan aksi umat islam menuntut masalah penistaan agama ini disusupi kepentingan makar, ini yang harus diterangkan,” ujarnya.


Tak cuma 2 Desember saja buruh akan melakukan aksi. Setelahnya dan bahkan hingga aksi Desember 2016 buruh akan terus melakukan aksi menolak upah murah.


“Jadi kapan lagi kami akan melakukan aksi kalau tidak mulai awal Desember ini. Setelah 212 juga kami akan terus melakukan aksi, tentunya sampai tuntutan kami dipenuhi oleh pemerintah,” tegas Willy.


Dikatakan Willy, dalam aksi 2 Desember itu, di Sumut buruh menjadwalkan target unjuk rasa di beberapa titik. Yakni di Kantor Gubsu, Kantor Walikota Medan dan Kantor DPRD Sumut. Massa buruh nantinya berasal dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.


Terkait poin tuntutan, Willy menyebut diantaranya soal PP 78 yang terus mengebiri upah buruh, meski penolakan terus terjadi. Kemudian, penolakan kenaikan UMP Sumut 2017 yang hanya naik 8,25 persen.


“Menagih janji Gubsu Tengku Erry yang akan mengajukan Diskresi UMP dan segera merevisi UMP Sumut 2017 agar naik minimal Rp650 ribu rupiah, tolak rencana revisi UUK No 13 Tahun 2003. Sekian kepada buruh, mari bergerak bersama, jangan terprovokasi oleh oknum atau elit tertentu yang menuduh aksi buruh di tunggangi kepentingan politik,” pugkasnya. (Diva) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#buruh ikut demo #aksi demo 212 #Bela islam jilid 3