Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

13 Disabilitas Berjuang Masuk PTN

Admin-1 Sumut Pos • Rabu, 17 Mei 2017 | 11:28 WIB
Photo
Photo
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Rusdi Perinta Bangun, salah satu peserta disabilitas mengikuti ujian SBMPTN di kampus Unimed, Selasa (16/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Keterbatasan seakan tak menyurutkan semangat mereka untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin. Dengan kondisi berbeda dari orang normal, sebanyak 13 penyandang disabilitas di Sumut berjuang untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).


Mereka pun mengikuti ujian melalui jalur Seleksi Besar Masuk PTN (SBMPTN), yang digelar Panlok 14 Medan, Selasa (16/5). Ujian digelar pada beberapa lokasi kampus PTN, PTS dan sekolah yang ditunjuk.


Salah satu dari 13 penyandang disabilitas tersebut adalah Rusdi Perinta Bangun (21). Pemuda yang tamat dari SMA Negeri 2 Lubuk Pakam ini, mengikuti ujian di Gedung Serbaguna Kampus Unimed, Jalan Williem Iskandar, Medan.


Rusdi merupakan penyandang cacat tuna netra. Dia tamat dari sekolahnya tahun 2016 lalu. Pria asal Rantau Prapat ini memilih program studi Pendidikan Luar Biasa.


PTN pertama pilihannya adalah Universitas Negeri Padang. Selanjutnya, Universitas Negeri Manado dan Universitas Negeri Yogyakarta. Ia datang didampingi kakak kandungnya, Okta Bangun dengan menumpangi taksi online dari rumahnya saudaranya, di Jalan Pasar Baru Padang Bulan, Medan.


Dalam menghadapi ujian, Rusdi dipandu oleh seorang pengawas yang mendampinginya. Pengawas tersebut membacakan satu demi satu soal dan diperdengarkan kepada Rusdi. Lalu, dijawabnya dengan berucap. Lantas, pengawas memberi lingkaran hitam pada jawaban yang dipilihnya.


Di saat sedang menjawab soal, Rusdi mendapat kunjungan dari panitia pelaksana ujian. Mereka adalah Rektor Unimed Prof Syawal Gultom dan Rektor USU Prof Runtung Sitepu berserta jajaran.


Kedua rektor tersebut tampak tercengang melihat Rusdi yang bersemangat mendengarkan soal yang dibacakan pengawas. Bahkan, keduanya merasa salut dengan semangat dan tekadnya yang tak menyerah untuk melanjutkan pendidikan. "Lanjutkan-lanjutkan! Semangatmu memberi motivasi kepada kami," ucap Syawal Gultom yang kemudian keluar ruangan karena tak mau mengganggu konsentrasi Rusdi.

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom yang diwawancarai mengatakan, jumlah penyandang disabilitas yang ikut pada SBMPTN tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. “Tak ada perlakuan khusus bagi mereka atau tidak dibedakan haknya dengan non disabilitas. Hanya saja, bagi yang buta dibantu untuk dibacakan soal ujiannya," sebutnya.


Syawal mengatakan, pelaksanaan ujian SBMPTN tahun ini berjalan lancar dan tidak ada kendala yang ditemui. Menurutnya, soal-soal yang diujikan tidak susah tetapi memerlukan logika. "Alhamdulilah berjalan lancar, sampai saat ini kita tidak mendapatkan informasi maupun temuan keanehan dan kejanggalan. Sebab, memang sejak dulu kita sudah menyelenggarakannya dan bergabung. Jadi, hanya mengulangi saja," tutur Syawal.


Dia menambahkan, dari hasil peninjauan di lapangan, sangat bersyukur sekali pelaksanaan ujian berlangsung tertib atau sesuai dengan SOP. Kemudian, distribusi naskah soal juga sesuai, begitu juga cara para pengawas melayani peserta ujian. Beberapa indikator itulah yang digunakan bahwa pelaksanaan sudah sesuai SOP.


Sebagaimana diketahui, Panlok 14 Medan membawahi empat PTN yakni, USU, Unimed, UINSU, dan Universitas Samudra Langsa. Jumlah peserta keseluruhan tersebut terdiri dari peserta ujian kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 24.760 pendaftar, Sosial Humaniora (Soshum) 20.916 pendaftar dan Campuran sebanyak 12.302 pendaftar. dengan jumlah total 57.978 peserta.


Jumlah lokasi seluruhnya, untuk program saintek dan Campuran ada 45 lokasi di USU sedangkan soshum ada 38 lokasi di Unimed . Jumlah pendaftar meningkat, tahun 2016 jumlah peserta sekitar 51 ribu lebih dan tahun 2017 sebanyak 58 ribu. Lokasi ujian SBMPTN di Panlok 14 Medan ada 73 lokasi, yang tersebar di berbagai wilayah yang sudah ditetapkan panitia. (ris/ila)

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#perguruan tinggi negeri #sbmptn #disabilitas ikut SBMPTN