Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Misteri Kedalaman Danau Toba

Admin-1 Sumut Pos • Sabtu, 23 Juni 2018 | 13:08 WIB
Foto: Triadi/Sumut Pos Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Tiga Ras.
Foto: Triadi/Sumut Pos Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Tiga Ras.
Photo
Photo
Foto: Triadi/Sumut Pos
Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Tiga Ras.

SUMUTPOS.CO - Lima hari sejak tenggelam, bangkai kapal kayu KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6) lalu, belum ditemukan. Kedalaman dasar danau menjadi kendala pencarian. Di peta, kedalaman Danau Toba hanya 500-550 meter. Tetapi alat canggih tak mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter. Sementara sistem GPS memperlihatkan kedalaman danau mencapai 1.600-an meter. Lebih dalam 640 meter dari perkiraan terdalam tahun 2013 lalu: 960 meter. Berapa sebenarnya kedalaman Danau Toba?

Danlantamal I Laksamada Pertama TNI, Ali Triswanto, mengatakan alat yang digunakan Tim SAR Gabungan tidak mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter. Gelombang sensor akustik yang ada di dalam alat, tak mampu menampilkan kontur dasar danau.


"Kita tadi sampai kedalaman 600 meter. Gelombang sensor akustik kita ternyata sudah tidak mampu menampilkan kontur dasar danau. Karena kedalamannya melebihi 600 meter," kata Ali Triswanto usai turun dari kapal yang memuat alat canggih dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Jumat (22/6).


Kepala Unit Tanggap Darurat Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Mayor Laut Ari Wibowo, yang langsung memimpin operasi penggunaan yang dipasang di satu unit kapal kayu, memberikan sedikit informasi terkait hal kegunaan alat tersebut.


Multibeam Echosounder, merupakan alat yang dapat mendeteksi hingga kedalaman dari 400 meter hingga dengan 500 meter. Sedangkan Side Scan Sonar untuk mendeteksi kedalaman air.


“Nantinya hasil dari operasi akan diberikan kepada pihak Basarnas, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Peralatan ini sudah dipergunakan untuk melakukan pencarian bencana lainnya, di antaranya di Balik Papan dan Pulau Seribu,” katanya singkat.


Kepala Basarnas Pusat Letjend M Syaugi, dalam konferensi pers Jumat (22/6)  juga mengatakan, pencarian korban dengan titik koordinat yang diduga tempat tenggelamnya KM Sinar Bangun, ternyata melebihi batas jarak yang diperkirakan.


“Sampai hari ini, korban belum bisa ditemukan karena kedalaman Danau Toba melebihi 300 meter. Di peta kedalaman air mencapai 500-550 meter, sehingga harus dibantu oleh TNI AL dan diberikan bantuan alat Multibeam Side Scan Sonar. Tapi peralatan milik angkatan laut ini hanya punya jangkauan hingga 600 meter. Mendekati lokasi yang diduga tenggelamnya KM Sinar Bangun, alat Multibeam Side Scan Sonar sudah tidak bisa mendeteksi lagi. Artinya kedalaman Danau Toba melebihi 600 meter,” katanya.


Begitupun, tim gabungan tidak menyerah. Tim tetap akan melakukan upaya pencarian para korban, dengan menurunkan alat yang lebih canggih. Yakni sejenis Multibeam Side Scan Sonar dengan jangkauan hingga kedalaman 2.000 meter. Alat ini milik Basarnas dari Pekanbaru. Alat ini akan digunakan untuk menyisir semua daerah yang diperkirakan titik koordinat bangkai kapal. "Sekarang ini belum bisa dipastikan titik pasti koordinat kapal dimana. Tapi perkiraan sudah diseser," ujarnya.


Ditambah lagi helikopter hari ini (Sabtu) sudah berada di Danau Toba untuk melakukan pencarian para korban. "Kita sudah serius dan maksimal dalam operasi pencarian ini," kata M Syaugi.

Photo
Photo
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Petugas Basarnas usai pencarian korban kapal sinar bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)

Sebelumnya, Panglima TNI yang datang langsung ke Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Tigaras, Kamis (21/6), mengatakan TNI AL menurunkan peralatan canggih tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian dan sumbangsih, dalam membantu mengatasi bencana dan SAR yang terjadi di perairan Indonesia.


Tim Pushidrosal akan melakukan survei Bathimetri, pencitraan dengan Side Scan Sonar di tempat lokasi kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba, untuk mengetahui titik lokasi tenggelamnya kapal guna mendukung investigasi dan evakuasi kerangka kapal tersebut.


Pada hari pertama hingga keempat, tim Basarnas telah melakukan pencarian menggunakan manusia untuk menyelam di bawah permukaaan air, dan menggunakan alat Remote Observasi Vehicle (ROV), yang bisa menjangkau hingga 350 meter.


Ternyata di kedalaman 450 meter, suhu Danau Toba sudah 0 derajat. Airnya  pun keruh. Hal itu salah satu  kegagalan Basarnas menemukan mayat korban KM Sinar Bangun. "Beda pencarian di danau dengan di laut karena pencarian di laut lebih gampang daripada di danau. Kalau di danau tingkat kedinginan air lebih dingin," ujar Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan.


Selain penyelam yang tak diperbolehkan menyelam melewati batas 40 kilometer, penyelam juga kesulitan naik ke permukaan karena banyaknya dan tingginya rumput di Danau Toba.


Adapun kedalaman perairan Danau Toba yang diperkirakan menjadi lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun, mencengangkan banyak pihak. Termasuk Basarnas.


Di wikipedia, titik terdalam di Danau Toba disebutkan hanya 505 meter. Sebelumnya, tim ahli saat lomba renang keliling Danau Toba pada Festival Danau Toba tahun 2013 lalu menyebutkan, titik terdalam kedalaman Danau Toba diperkirakan 960 meter.  Namun dalam sebuah video yang diunggah akun Ama Ni Khania Butarbutar, terungkap kedalaman lokasi yang diduga titik KM Sinar Bangun tenggelam mencapai 1.600 meter lebih.


Dalam video itu ditunjukkan monitor GPS yang menunjukkan kedalaman air yang di bawahnya. Monitor menyentuh angka 1.619 meter.


Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, mengatakan kedalaman Danau Toba diperkirakan sekitar 1.000 meter, yang diukur dari alat GPS milik kapal di sana.


"Air Danau Toba itu dingin. Semakin dalam semakin dingin airnya. Penyelam dari Marinir saja cuma mampu di kedalaman 50 meter saja," kata Nainggolan, Jumat (22/6). (adi/esa/mag-1/prn/bbs/mea)

 

  Editor : Admin-1 Sumut Pos
#km sinar bangun #km sinar bangun tenggelam #pencarian korban KM Sinar Bangun