MEDAN, SUMUTPOS.CO- Teater Rumah Mata menghadirkan sastrawan tingkat nasional asal Sumatera Utara, Idris Pasaribu untuk membacakan puisi selama 1 jam non stop (tanpa henti). Pembacaan puisi itu dilakukan Idris Pasaribu di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Jalan Sei Siguti No.17A/30, Kota Medan, Minggu (30/6/2024) sore.
Pada kesempatan itu, Idris Pasaribu yang baru saja mendapatkan piagam penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sebagai sastrawan tingkat nasional yang telah berkarya lebih dari 50 tahun itu, membacakan sebanyak 35 puisi karyanya.
Dengan satire puisi miliknya, Idris Pasaribu juga mampu menggelitik para penonton yang hadir pada kesempatan itu. Dengan gaya khasnya, sejumlah puisi yang dibacakan pria berusia lebih dari 70 tahun itu juga dinilai mampu mengkritik pemerintahan dengan tegas dan berani.
Adapun sejumlah judul puisi yang dibacakan Idris Pasaribu, diantaranya Sianjur Mula-mula, Masjid Tua, Tirani, Melukis Senja, Indonesia Tanah Tumpah Keringat Ayahku, Sekuntum Bunga Ungu, Sekeping Rindu Dibalik Mursala, dan Siapa Kali Kau Rupanya.
Usai membacakan puisi selama 1 jam non stop, kepada wartawan, Idris Pasaribu mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-434 Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli 2024.
"Sebanyak 35 puisi sudah saya bacakan 1 jam non stop. Puisi-puisi ini kental dengan nuansa Sumatera Utara, termasuk Kota Medan. Harapannya, puisi-puisi ini dapat menjadi intuisi bagi kita semua di peringatan HUT ke-434 Kota Medan," kata Idris Pasaribu.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumut, Soetarto yang hadir dalam kesempatan itu, memberikan apresiasi kepada Idris Pasaribu yang terus berkarya untuk Sumatera Utara dan Kota Medan.
"Beliau dengan karya-karya puisinya telah dikenal masyarakat luas, khususnya warga Sumatera Utara dan Kota Medan. Semoga Bang Idris Pasaribu terus ikut berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Utara dan Kota Medan lewat karya-karyanya," pungkasnya.
Amatan Sumut Pos, turut hadir pada kegiatan itu, mantan Bupati Serdang Bedagai, Soekirman dan sejumlah seniman serta sastrawan Kota Medan.
(map/han)