MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tidak banyak yang tau, bahwa di Kota Medan ada sekelompok anak muda yang sangat peduli terhadap Dunia Pendidikan. Generasi muda ini tergabung dalam pergerakan sosial yang diberi nama Yayasan Rakyat Indonesia Bergerak, dengan satu project kegiatan Bernama "Sikkola Rakyat Indonesia".
“Sikkola Rakyat Indonesia adalah gerakan sosial yang bergerak dibidang pendidikan dan pemberdayaan. Adapun arti dari nama Sikkola Rakyat berasal dari bahasa Batak. Sikkola yang berarti sekolah yang jika dipadukan dengan katarakyat bermakna “Sekolah Rakyat ”. Sikkola Rakyat Indonesia berdiri pada 22 Juni 2022 atas dasar keresahan melihat kondisi masyarakat kurang mendapatkan kehidupan yang layak, serta anak - anak yang kurang mendapatkan pendidikan seperti pembelajaran dasar, berhitung dan membaca”ujar Tubecardo Doloksaribu kepada SUMUT POS, Selasa(3/12/24).
Andre menjelaskan, bahwa Sikkola Rakyat berfokus pada usaha penumbuhan minat literasi dan numerasi anak- anak marjinal di pinggiran kota secara khusus pinggiran sungai, dan pemberdayaan kesejahteraan rumah tangga lewat pelatihan dan pengembangan keterampilan emak-emak (kaum ibu).
“Pilar SR yang pertama adalah untuk memajukan Pendidikan. Kedua adalah pemberdayaan masyarakat. Jadi kami sudah memiliki tiga daerah project, yang pertama di Starban, Gang Bilal, Polonia, Kecamatan Medan Polonia. Yang kedua di Bandar Khalipah, Gang Bersama III, Jalan Pembinaan Hulu, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan yang terakhir ada di Jalur Hijau Ujung, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan”beber Andre.
Untuk pilar yang pertama di bidang Pendidikan, Andre menjelaskan bahwa Sikkola Rakyat membantu Pendidikan Dasar anak-anak dalam memberikan akses dan pembelajaran, seperti menulis, berhitung dan membaca.
Sikkola Rakyat juga berfokus pada peningkatan isu literasi dan numerasi serta perkembangan karakter sejak dini. Sikkola Rakyat Memberikan Pendidikan Kontekstual yang menekankan penerapan pengetahuan sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari dari anak - anak, Memberikan pemahaman yang relevan & praktis agar dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Pendidikan berbasis kekuatan yang berfokus pada pengembangan potensi unik setiap individu. Memperkuat kelebihan dan kekuatan yang ada pada anak-anak, memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan bakat dan potensi mereka”paparnya.
Sementara dalam pilar kedua pemberdayaan masyarakat, sambung Andre, Sikkola Rakyat sudah merancang program yang dapat mendorong masyarakat mandiri secara organik.
Dengan memberdayakan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan ekonomi lokal untuk mengelola sumber daya dengan efektif. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Rumah Tangga. Dan fokus pada akses kebutuhan dasar rumah tangga, membangun kapasitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sendiri dengan menggunakan pendekatan holistik.
“Meningkatkan partisipasi rakyat dalam peningkatan kualitas SDM. Dengan gerakan pemberdayaan, Sikkola Rakyat mengajak masyarakat untuk aktif dalam bergabung bersama-sama dalam peningkatan SDM melalui akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan mendukung peran masyarakat” ucap Andre lagi.
Terkait bagaimana Sikkola Rakyat bisa eksis sampai tahun kedua ini, padahal mereka adalah anak – anak muda yang juga memiliki kesibukan lain di luar Sikkola Rakyat, Andra menyebutkan bahwa komitmen bersamalah yang membuat mereka bisa terus mampu menjalankan program – program kemanusiaan tersebut.
“Kita tidak memiliki anggaran atau dana yang tetap, kak. Semua ini kami lakukan dan jalankan karena keihklasan dan partisipasi secara tulus dari kawan – kawan yang memiliki tujuan yang sama untuk adik – adik, agar bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan teman – teman mereka di luaran sana, yang memiliki dana untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keinginan,”tutup Andre. (mag-2/han)
Editor : Redaksi