MEDAN, SUMUTPOS.CO - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1947, organisasi mahasiswa ini terus berkontribusi dalam membentuk intelektual muda berlandaskan nilai-nilai Islam.
Tepat pada 5 Februari 2025 lalu, HMI genap berusia 78 tahun. Peringatan Milad HMI ini menjadi momentum penting bagi kader dan alumni HMI di seluruh Indonesia untuk mengenang perjuangan serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun bangsa seraya terus mengobarkan api perjuangan di seluruh penjuru Indonesia.
Pada Hari Sabtu, 15 Februari 2025, Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut menggelar acara Dies Natalis sekaligus launching buku dengan tema "Pemuda Islam Energi Peradaban: Khidmat HMI Sebagai Pilar Intelektual Dalam Membangun Sumatera Utara". Acara tersebut dihadiri lebih dari 600 kader HMI se-Sumut, tokoh-tokoh masyarakat, Ketua Umum PMII Sumut, Ketua Umum GMKI Sumut, Ketua Umum KAMMI Sumut, dan BEM Nusantara Sumut, serta unsur-unsur Pemerintahan Kota Medan, Pemerintahan Provinsi Sumut, Polda Sumut dan Polrestabes Medan.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Badko HMI Sumut, Muhammad Yusril Mahendra Butar-butar dalam sambutannya menyampaikan, HMI sebagai candradimuka tetap berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
"HMI organisasi terbesar sepanjang peradaban Indonesia. Selama 78 tahun, ia selalu menjadi candradimuka bagi seluruh mahasiswa Islam yang memiliki tujuan sebagai insan akademis yang cinta ilmu, berjiwa sosial, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat, keperkasaan organisasi ini telah terbukti melahirkan kader-kader berkualitas dan memiliki daya saing yang tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.'" ujar Yusril, Senin (17/2) pagi.
Ia juga menjelaskan, jika HMI saat ini harus melakukan rekonstruksi perkaderan agar tetap relevan dengan zaman yang akan datang. "Perkaderan dalam HMI merupakan pondasi untuk membangun peradaban Islam dan bangsa untuk menyambut evolusi industri selanjutnya dikemudian hari, sehingga perlu kiranya kita menyesuaikan perkaderan agar setiap kader HMI dapat menjadikan Indonesia sebagai sumber peradaban dunia, dan buku ini (Khidmat HMI) merupakan sebuah karya seluruh kader HMI Sumut untuk membangun Sumatra Utara" tambahnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. dikesempatan yang sama beliau menyampaikan orasi ilmiah dengan mengurai problema perkaderan yang harus sesuai dengan revolusi industri 5.0. (rel/adz)
Editor : Redaksi