MEDAN, SUMUTPOS.CO - Kesal dengan kinerja pihak kepolisian, seorang TikTokers Tato Medan live streaming di Mapolrestabes Medan, Senin (17/2/2025) malam. Dalam siaran langsung yang ditonton 9.000-an orang itu, Tato Medan yang diketahui bernama Tono Sianipar itu menuangkan kekecewaannya atas dilepasnya salah satu seorang tersangka pembunuhan berencana terhadap abang kandungnya eks anggota TNI, Andreas Sianipar.
"Dari jam 6 aku menunggu, sampai sekarang tidak ada yang menjumpai aku terkhususnya si David Siringo-ringo, orang yang menjamin tersangka yang dilepaskan tidak datang," ucapnya di depan Gedung Satreskrim Polrestabes Medan.
"Tadi ada yang nelpon gak tau atasan atau bawahan gak tau aku cs, dan sempat aku mendengarkan siap pak, katanya mau merapat, tapi kelen tengok sampai sekarang tidak merapat," sambungnya.
Pria tersebut menunggu orang yang menelponnya, yang disebutnya menjadi biang kekesalannya atas dilepasnya Juariah, salah satu tersangka pembunuhan berencana.
"Polrestabes Medan...lemah. Lemah sekali hukum di Indonesia ini cs. Biar publik tau betapa suka-sukanya, dan betapa beraninya seorang David Siringo-ringo, terlalu berani kau ini menjadi penanggung jawab dalam kasus ini untuk membebaskan dia (Juariah). Terlalu berani kau, gak nyenyak kau tidur...," kesalnya.
Tak berapa lama, pria tersebut masuk kedalam salah satu ruangan bermaksud menemui penyidik. Disitu, pria tersebut tampak berbincang dengan salah satu diduga polisi, menanyakan David Siringo-ringo.
Terpisah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya menangguhkan penahanan tersangka Juariah. "Ya ditangguhkan mas…," ucapnya melalui pesan singkat, Selasa (18/2/2025) pagi.
Alasan penangguhan penahanan itu, kata Gidion, atas permohonan keluarga tersangka.
"Permohonan dari keluarga tersangka dan tidak mempengaruhi proses penyidikan mas. Pertimbangan penyidik: yuridis dan sosiologis,"tandasnya. (man/han)
Editor : Redaksi