MEDAN, SUMUTPOS - Dua calon jamaah haji (CJH) kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Medan asal Labuhanbatu, tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Jamaah tersebut disebut tidak layak terbang, lantaran masih dalam vaksinasi selama 10 hari.
Kedua jamaah tersebut masing-masing, Siti Jaleha No Manifest 279 dan Nerlan Janagori Ritonga No Manifest 280.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Ahmad Qosbi mengatakan, kedua jamaah tersebut dinyatakan tidak layak terbang setelah adanya pemberitahuan dari balas besar kekarantinaan kesehatan (BKK) Belawan.
"Jadi masa vaksinnya itu 10 hari sesuai arahan BKK Belawan. Jadi kalau belum 10 hari belum bisa kita berangkatkan," ungkapnya, kepada Sumut Pos, Senin (5/5).
Menurut Qosbi, jamaah tersebut merupakan jamaah cadangan yang sudah menyatakan kesiapannya untuk diberangkatkan ke tanah suci.
"Jadi nanti kedua jamaah itu akan kita berangkatkan di kloter 13. Saat ini jamaah tersebut menumpang dirumah kerabatnya di Denai," pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 353 calon jamaah haji Kloter 3 Embarkasi Medan dilepas menuju tanah suci di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (4/5).
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Ahmad Qosbi dalam sambutannya mengharapkan agar jamaah selalu memelihara persatuan dan kesatuan, kompak dan saling mengingatkan selama di tanah suci.
“Kloter 3 ini merupakan gabungan jemaah haji dari 11 kabupaten/kota, oleh karenanya jemaah haji jangan terlalu menonjolkan identitas daerah, namun harus bersatu membawa nama baik Provinsi Sumatera Utara,” ungkapnya.
Dia mengatakan, jamaah haji harus saling membantu dan bekerjasama, tidak hanya fokus menjalankan ibadah haji, tetapi juga harus memperhatikan hubungan dengan sesama manusia.
Qosbi juga mengingatkan kepada petugas haji agar memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji. Petugas dan jamaah haji harus bekerjasama, berkolaborasi serta menjalin komunikasi yang baik.
Selain itu, kata dia, saat di tanah suci jamaah haji diminta fokus melaksanakan ibadah, perbanyak zikir dan memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan agar selamat dunia dan akhirat.
“Selamat jalan Dhuyufurrahman, semoga selalu diberi kesehatan dan kembali ke tanah air memperoleh haji mabrur,” pungkasnya.
Jamaah Kloter 3 Embarkasi Medan berasal dari Labuhanbatu Utara, Deliserdang, Medan, Labuhanbatu, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Asahan, Binjai, Padangsidimpuan dan Padanglawas. Satu jamaah haji tertunda berangkat ke tanah suci karena sakit atas nama Nur Zannah Hasibuan (78) asal Kabupaten Labuhanbatu Utara nomor manifes 106. (man/han)
Editor : Redaksi