Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

USU dan Pemprov Sumut Resmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Redaksi Sumutpos • Kamis, 8 Mei 2025 | 08:34 WIB
RESMIKAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution, saat meresmikan TPST di TPST USU, Pintu 4, Kampus USU, Selasa (6/5). (Dokumen Humas USU)
RESMIKAN: Rektor USU Prof Muryanto Amin bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution, saat meresmikan TPST di TPST USU, Pintu 4, Kampus USU, Selasa (6/5). (Dokumen Humas USU)

MEDAN, SUMUTPOS - Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna mengolah sampah secara lebih bijak untuk mendukung gaya hidup yang bersih di lingkungan kampus. TPST ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan dihadiri langsung Gubernur Bobby Nasution.

Peluncuran ini dilakukan di TPST, Pintu 4, Kampus USU, Selasa (6/5) lalu.

TPST ini dikelola langsung oleh USU Circularity Center, yang memfokuskan mengolah sampah secara terpadu. Tak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, tapi juga menjadi tempat riset yang berkolaborasi dari lima fakultas. Hal ini juga menjadi bagian dari langkah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kesempatan itu, Bobby mengatakan, TPST ini telah digaungkan sejak lama untuk mewujudkan kampus zero waste. Dia menilai, upaya ini perlu menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Tinggal bagaimana penerapannya agar menjadi suatu gerakan yang ekonomis,” ungkap Bobby usai meresmikan TPST di USU.

Bobby pun menekankan pengelolaan sampah tidak hanya sebagai tugas pihak kampus atau pemerintah, tapi butuh partisipasi aktif dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat akan termotivasi untuk ikut memilah dan mengumpulkan sampah jika melihat adanya nilai ekonomis dari kegiatan tersebut.

Rektor USU, Prof Muryanto Amin menuturkan, ingin menunjukkan satu tempat pengelolaan sampah dalam skala mikro yang bisa disediakan masyarakat secara komunitas. Sebuah lab untuk melakukan riset mengenai sampah dan meneliti pola perilaku manusia terkait dengan pengolahan sampah. Mengedukasi masyarakat untuk memilah jenis sampah.

“Melihat bagaimana mengubah mindset masyarakat pada level rumah tangga untuk langsung memilah sampah yang diproduksi,” tuturnya, saat dijumpai pada acara peresmian TPST.

Lebih lanjut, Muryanto menjelaskan, hal ini mendukung dari program zero waste yang telah dicanangkan sebelumnya. Tempat pengolahan ini nantinya tak hanya menjadi solusi tapi juga menjadi nilai ekonomis yang bisa diraih.

“Ini kan masih lab. Masih uji coba. Masih kami biayai. Nanti setelah dia bisa menghasilkan aspek ekonomisnya, itu bisa mengurangi biaya pengelolaan,” katanya.

Kepala TPST USU, Zaid Perdana Nasution menuturkan, pengolahan sampah ini satu di antaranya menggunakan maggot, yakni sejenis larva dari lalat. Maggot dapat memakan limbah sampah organik. Fungsi daripada maggot tak hanya dapat memakan limbah sampah, namun juga bisa menjadi pupuk. Maggot yang telah berkembang inilah yang nantinya akan dijual dan mendapat nilai ekonomisnya.

Baca Juga: PWI Sumut Gelar Family Gatering di Central Park Zoo

“Anorganiknya itu bisa jadi minyak dan solar. Jadi hal-hal seperti ini, nilai ekonomisnya yang sebenarnya bisa menjadi inovasinya itu,” jelasnya..

USU Circularity Center ini sudah terbentuk sejak 2023 lalu, dan hingga sekarang akan terus berinovasi dalam mengolah sampah.

Inovasi ini melibatkan teknologi, yakni mobil listrik pengangkut sampah yang dapat mengakses gang kecil. Teknologi lainnya, membuat laman mengenai TPST ini, dan juga agar pendataan sampah dapat dikelola secara teratur. (rel/saz)

Editor : Redaksi
#usu #pemprov sumut #pengolahan sampah