MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumatera Utara menyebut jika Disnaker Sumut tidak pernah mengeluarkan maupun melakukan survey terkait jumlah pengangguran yang ada di Sumatera Utara.
"Disnaker tidak pernah mengeluarkan data maupun survey terkait jumlah pengangguran, beda dengan BPS yang memang melakukan survey, dan itupun kami mendapat data tersebut dari BPS,"ujar Kepala Seksi (Kasi) Bina Penempatan Dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Sumut, Pius Aroean, ketika ditemui Sumut Pos, Senin (28/7/2025).
Menanggapi statement Badan Pusat Statistik, jika BPS melakukan survey di Bulan Februari sampai Agustus nanti, dan yang menyebabkan jumlah pengangguran bertambah karena banyak lulusan terbaru, yang masuk dalam proses mencari kerja maupun menunggu jadwal perkuliahan.
"Badan Pusat Statistik menyatakan ada peningkatan disitu, karena mereka melakukan survey di bulan Februari dan nanti akan kemudian di bulan Agustus,"ucap Pius.
Namun, Pius mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan.
"TPT pada Februari 2025 justru menurun menjadi 4,76% dibandingkan dengan 4,82% pada Februari 2024,"ucapnya.
Kemudian Pius berpendapat jika perubahan jumlah pengangguran tersebut disebabkan adanya tahap kelulusan sekolah maupun perkuliahan yang menyebabkan BPS melakukan pertambahan jumlah pengangguran.
"Saya melihat perkuliahan belum dimulai, dan juga sekolah melakukan kelulusan di bulan Mei kemarin, itu artinya waktu survey, BPS menganggap jika masyarakat yang baru lulus tadi dihitung sebagai pengangguran dan semakin bertambah, dan apakah nanti di Bulan Agustus makin bertambah, kita lihat saja nanti,"ucapnya.
Pius mengatakan, jika Disnaker Sumut tidak bisa mengomentari lebih jauh terkait jumlah pengangguran yang dianggap BPS terus mengalami peningkatan.
"Kita tidak bisa berpendapat dan menanggapi terlalu jauh, terkait statement BPS yang menyatakan jumlah pengangguran terus meningkat,"ucap Pius.(san)
Editor : Johan Panjaitan