Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tingkatkan Kompetensi SDM Masjid, Kakanwil Kemenag Sumut Tekankan Inovasi dan Profesionalisme

Johan Panjaitan • Jumat, 5 September 2025 | 15:50 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM, membuka kegiatan peningkatan kualitas kompetensi SDM Masjid. (ZULAIKA/SUMUT POS)
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM, membuka kegiatan peningkatan kualitas kompetensi SDM Masjid. (ZULAIKA/SUMUT POS)

DELI SERDANG, Sumutpos.jawapos.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM, menegaskan pentingnya inovasi dan profesionalisme dalam pengelolaan masjid. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Kompetensi SDM Masjid yang digelar pada Rabu (3/9/2025) di Deli Serdang.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 pengurus masjid dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan tujuan memperkuat kapasitas dan integritas pengelolaan masjid di tengah masyarakat.

“Pengurus masjid saat ini harus dapat mencari inovasi-inovasi dan strategi baru dalam pengelolaan masjid. Tidak cukup hanya dengan niat, tapi juga harus profesional dalam menjalankan amanah,” ujar Qosbi dalam sambutannya.

Qosbi mengingatkan pentingnya niat yang lurus dan integritas tinggi dalam mengurus masjid, mengingat masjid merupakan rumah Allah yang harus dimuliakan.

“Jangan berpikiran yang macam-macam. Niatkan sepenuhnya bahwa kita sedang mengurus rumah Allah. Maka hati dan pikiran kita juga harus menunjukkan akhlakul karimah,” tegasnya.

Dalam pengalamannya lebih dari 10 tahun bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA), Qosbi menyampaikan bahwa tidak sedikit permasalahan sosial muncul akibat pengelolaan masjid yang tidak transparan dan tidak profesional.

“Banyak kasus BKM yang muncul di masyarakat, mulai dari pengurus yang tidak mau berganti, pengelolaan keuangan yang tidak transparan, hingga kurangnya pemahaman pengurus terhadap tata kelola masjid,” ungkapnya.

Namun demikian, ia yakin bahwa dengan tekad kuat dan iman yang kokoh, para pengurus masjid dapat menghadapi tantangan tersebut dan membawa masjid kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan yang dicintai masyarakat.

Kakanwil juga mengajak para pengurus masjid untuk memanfaatkan momentum ini dalam merumuskan formula baru agar masyarakat, terutama generasi muda, tertarik kembali ke masjid.

“Masjid harus menjadi pusat layanan ibadah, pembinaan keagamaan, tempat menuntut ilmu, dan pemberdayaan umat. Kita butuh inovasi agar anak-anak kita mau datang ke masjid,” ujarnya.

Lebih lanjut, Qosbi menekankan pentingnya pengurus masjid memahami pedoman dan regulasi dalam pengelolaan masjid, baik dari sisi aturan pemerintah maupun syariat Islam.

“Jangan kelola masjid sesuka hati. Kita perlu paham aturan pemerintah dan ajaran Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadist. Ini yang akan menjadi dasar terciptanya manajemen masjid yang profesional,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Qosbi menyampaikan harapan besar akan adanya sinergi antara Kementerian Agama dan para pengurus BKM sebagai tokoh agama di masyarakat.

“Cita-cita Kementerian Agama adalah mendekatkan umat kepada agamanya dan agama dekat dengan umat. Mari kita wujudkan ini bersama,” pungkasnya.(mag-2/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kementerian agama #sdm #kualitas #masjid #sumatera utara #kompetensi