Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ayam Potong Sumbang Inflasi di Sumut, Dinas Perkebunan dan Peternakan Lakukan Langkah Antisipatif

Johan Panjaitan • Kamis, 18 September 2025 | 21:00 WIB
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Zakir Syarif Daulay
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Zakir Syarif Daulay

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara menyoroti peran komoditas ayam potong sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah tersebut. Berdasarkan rilis dari Bank Indonesia (BI), ayam ras atau ayam potong tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,12 persen di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut, Zakir Syarif Daulay, menjelaskan bahwa meskipun kontribusinya terhadap inflasi tergolong kecil, kenaikan harga ayam potong tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Walaupun kenaikannya kecil, ini tetap menjadi perhatian kami. Kenaikan harga ayam potong ini mulai terjadi sejak awal Juni. Tugas kami adalah menjaga dan menstabilkan harga, bukan menaikkan atau menurunkannya. Kami harus mempertimbangkan dua hal: keuntungan peternak dan kemampuan konsumen dalam membeli,” ujar Zakir saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (18/9/2025).

Menurutnya, pada Juni lalu, harga ayam sempat turun drastis hingga di bawah Harga Batas Pengendalian (HBP). Merespons kondisi tersebut, pemerintah pusat bersama pelaku usaha dan peternak memutuskan untuk membatasi distribusi DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam, guna mendorong kenaikan harga yang wajar agar pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan.

“Kebijakan pembatasan DOC ini bertujuan agar harga ayam bisa kembali stabil dan berada di atas HBP. Di saat yang sama, permintaan juga meningkat seiring pelaksanaan program pemerintah yang didukung oleh perkembangan SPPJ. Mekanisme pasar berjalan, dan ini berdampak pada kenaikan harga di beberapa daerah, termasuk Sumatera Utara,” jelasnya.

Zakir juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mencegah lonjakan harga yang berkepanjangan. Saat ini, distribusi DOC sudah kembali normal, dan pihaknya optimistis harga akan kembali stabil dalam waktu dekat.

“Kita tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan, khususnya produk hewani seperti daging ayam, daging sapi, dan telur. Insya Allah, di Sumatera Utara semuanya masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Kami harap kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak akan berlanjut pada bulan-bulan mendatang,” tutup Zakir.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#komoditas #inflasi #ayam potong