Sumutpos.jawapos.com-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggelar sosialisasi program kredit perumahan rakyat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rabu (8/10/2025) sore hingga malam. Acara ini menjadi bagian dari percepatan realisasi Program Rumah Rakyat sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam kesempatan itu, Menteri Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah, khususnya UMSU, atas kontribusinya di bidang pendidikan dan sosial.
“Maju terus Muhammadiyah, karena sangat membantu rakyat dan negara. Sebagian tugas negara di bidang pendidikan dan kesehatan telah dijalankan dengan baik oleh Muhammadiyah,” ujar Maruarar di hadapan ribuan civitas akademika UMSU.
Yang menarik, Maruarar Sirait secara pribadi memberikan bantuan uang muka untuk 100 unit rumah subsidi bagi 100 warga UMSU.
“Ini bukan uang negara, tapi dari pribadi saya. Izinkan saya membantu 100 masyarakat berpenghasilan kecil di UMSU, uang mukanya saya gratiskan,” tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghargaan kepada Muhammadiyah yang dinilainya menjadi simbol gotong royong dan keberagaman di Indonesia.
“Saya lihat banyak mahasiswa non-muslim juga kuliah di sini. UMSU adalah miniatur Indonesia yang terbuka dan penuh toleransi,” ujarnya.
Menteri menjelaskan, rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah dengan penghasilan maksimal Rp8,5 juta per bulan untuk lajang dan Rp10 juta bagi yang sudah menikah.
“Bahkan ART dan tunanetra pun bisa dapat asal memenuhi kriteria. Inilah bentuk keadilan sosial,” tambahnya.
Maruarar juga menekankan pentingnya penyerapan program subsidi dibanding sekadar kuota.
“Subsidi itu bukan soal kuota, tapi bagaimana penyerapannya. Janji saya 25 ribu rumah, tapi yang terealisasi 26 ribu karena kerja super tim,” ujarnya optimistis.
Acara ini juga mempertemukan bank, UMKM, developer, dan kontraktor untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling mendukung di sektor perumahan rakyat.
Maruarar Sirait memuji pengelolaan profesional UMSU yang dinilainya modern dan tepat waktu.
“UMSU ini universitas yang keren. Dikelola dengan baik, pembayarannya lancar, pembangunan berjalan. Ini contoh institusi maju,” ucapnya.
Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Menteri PKP.
“Kami merasa terhormat dikunjungi langsung oleh Pak Menteri. Ini kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa agar bisa memahami serta menikmati manfaat program 3 juta rumah,” ujar Rektor.
Prof. Agussani menjelaskan, UMSU saat ini telah memiliki rusunawa dan guest house bagi civitas akademika dan berharap dosen serta tenaga kependidikan juga dapat memanfaatkan program rumah subsidi ini.
Ketua Umum DPP Apersi Junaidi Abdillah dalam kesempatan itu menegaskan bahwa asosiasi pengembang yang ia pimpin akan terus berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kami murni untuk rakyat berpenghasilan rendah. Tolong jaga kualitas rumah agar layak huni. Kami beri sanksi keras bagi developer bermasalah,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UMSU dan DPD Apersi Sumut, disaksikan langsung oleh Menteri PKP. Langkah ini menjadi awal kerja sama strategis dalam mempercepat realisasi program rumah rakyat di Sumatera Utara.
Turut hadir Komisioner BP Tapera Dr. Heru Pudyo Nugroho SE MBA, Dirjen Perumahan dan Perkotaan Kementerian PKP Dr. Sri Haryati MSi, Ketua DPD Apersi Sumut HM Yulius ST MM, serta jajaran pejabat UMSU.(dmp/han)
Editor : Johan Panjaitan