Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tali Asih Turun Drastis, Sepatu Roda Medan Kecewa

Johan Panjaitan • Senin, 13 Oktober 2025 | 12:40 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas ketika secara simbolis menyerahkan tali asih peraih medali PON 2024 pada pembukaan Porkot Medan 2025 di Lapangan Merdeka, Sabtu (11/10/2025). (Dok Pribadi)
Wali Kota Medan Rico Waas ketika secara simbolis menyerahkan tali asih peraih medali PON 2024 pada pembukaan Porkot Medan 2025 di Lapangan Merdeka, Sabtu (11/10/2025). (Dok Pribadi)

MEDAN, sumutpos.jawapos.com-Pemberian tali asih kepada atlet dan pelatih Kota Medan peraih medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu memicu kekecewaan. Pasalnya, tali asih tersebut berkurang drastis dibanding PON sebelumnya.

Kekecewaan diungkapkan cabang olahraga sepatu roda. Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Medan, Eko Yudhistira mengaku terkejut dengan penurunan signifikan nilai tali asih yang diberikan tahun ini.

Dia menilai apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum sebanding dengan perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama daerah. Apalagi jika dibandingkan dengan tali asih yang diberikan pada peraih medali PON Papua 2021.

“Kalau kita bandingkan dengan PON Papua, Pemko Medan memberikan tali asih untuk medali emas sebesar Rp50 juta, perak Rp16 juta, dan perunggu Rp10 juta. Tapi pada PON Aceh–Sumut kemarin, sangat ironis. Tali asih dari Pemko Medan hanya Rp10 juta untuk emas, Rp8 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu,” ujar Eko Yudhistira di Medan, Minggu (12/10/2025).

Eko menegaskan, efisiensi anggaran bukan alasan untuk menurunkan penghargaan terhadap atlet. Sebab, bukan hanya Pemko Medan saja yang melakukan efesiensi anggaran.

"Jujur saja, kita iri melihat kabupaten/kota lain seperti Binjai, Serdangbedagai, dan Deliserdang. Mereka juga melakukan efesiensi anggaran, tapi memberikan apresiasi lebih besar kepada atlet berprestasi," ungkapnya.

“Miris rasanya. Kota Medan yang punya APBD lebih tinggi justru menurunkan bonus dari Rp50 juta jadi Rp10 juta untuk medali emas. Efisiensi boleh, tapi tali asih itu hal yang sangat dibutuhkan atlet,” tegasnya.

Eko menilai, kondisi ini tidak sejalan dengan tagline Medan Kota Atlet yang selama ini digaungkan Pemko Medan. “Kalau begini, lebih baik dibubarkan saja taglinenya. Tidak usah Medan Kota Atlet lagi,” tandasnya kecewa.

Penyerahan tali asih bagi atlet Medan peraih medali PON XXI 2024 telah dilakukan secara simbolis pada pembukaan Porkot Medan XV di Lapangan Merdeka, Sabtu (11/10/2025). Meski dana tersebut sudah disalurkan ke rekening masing-masing atlet, Eko berharap Wali Kota Medan, Rico Waas, dapat meninjau ulang keputusan tersebut.

“Sebagai atlet, itu yang mereka harapkan. Apalagi pemerintah punya tagline Medan Kota Atlet. Tapi kalau atletnya sendiri tidak diapresiasi, sangat disayangkan,” ungkapnya.

Nada serupa disampaikan pelatih sepatu roda Kota Medan sekaligus pelatih tim PON Sumut, Dewantara Pandji Prasetio. Dia menyebut tali asih yang diterima atlet jauh dari ekspektasi.“Uang saku kami saat PON malah lebih besar dari bonus. Tahun 2021 atlet emas dapat Rp50 juta, sekarang tak sampai setengahnya,” ujar Pandji.

Menurutnya, nilai bonus saat ini bahkan tidak cukup menutup biaya perlengkapan latihan atlet. “Untuk custom sepatu saja butuh Rp30 juta, frame sekitar Rp10 juta, dan roda bisa Rp5 juta per set. Atlet harus punya minimal dua sampai tiga set roda untuk bertanding,” jelasnya.

Pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, atlet Perserosi Medan berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Raihan ini meningkat dibanding PON Papua 2021 yang hanya menghasilkan dua perak.

“Prestasi meningkat, tapi apresiasinya menurun. Harusnya justru mendapat effort lebih,” ujar Pandji.

Dia pun khawatir, kondisi ini bisa membuat atlet Kota Medan berpindah ke daerah lain pada ajang multi-event berikutnya. “Kalau daerah lain lebih terbuka dan support, kenapa tidak pindah? Semua cabor bisa berpikir begitu kalau merasa tak diapresiasi,” pungkasnya. (dek)

Editor : Johan Panjaitan
#tali asih #PON PAPUA 2021 #PON XXI #pemko medan #atlet