MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan di berbagai daerah.
Kepala Dinas Sosial Sumut, Asren Nasution, mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara layanan sosial dan pendidikan untuk mencetak generasi penerima manfaat yang berdaya.
“Pembangunan ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak dari kelompok rentan memiliki akses pendidikan yang layak dan merata. Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata integrasi antara sektor sosial dan pendidikan,” ujar Asren saat memberi keterangan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (13/10/2025).
Daftar Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Baru di Sumatera Utara
1. Kota Medan
Lokasi: Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan
Keterangan: Siswa dari Sentra Bahagia dan Sentra Insyaf akan dipindahkan ke bangunan baru di kawasan ini.
2. Kabupaten Deli Serdang
Lokasi: Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak
Luas Lahan: 6,79 hektare
Keterangan: Menampung siswa SR dari Sentra Insyaf Medan. Lahan ini merupakan aset daerah yang direkomendasikan langsung oleh Bupati Deli Serdang.
3. Kabupaten Serdang Bedagai
Lokasi: Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu
Luas Lahan: 5,5 hektare
Keterangan: Menampung siswa SR yang sebelumnya belajar di Kampus V UIN Sumatera Utara, Tebing Tinggi.
4. Kota Padang Sidempuan
Lokasi: Kompleks SMKN Pertanian Perintis Matinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan
Keterangan: Akan dikembangkan menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah eksisting di sekitar lokasi tetap beroperasi seperti biasa.
5. Kabupaten Tapanuli Selatan
Lokasi: Desa Tolang dan Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok
Keterangan: Menampung siswa SR dari eks Balai Latihan Kerja (BLK) Tapanuli Selatan.
Pembangunan Dimulai 1 Januari 2026, Anggaran Rp 1,2 Triliun
Pembangunan sekolah-sekolah tersebut akan dimulai secara permanen pada 1 Januari 2026, dengan total anggaran mencapai Rp 1,2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap.
Asren menuturkan, penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui kajian teknis yang ketat. Salah satu usulan lokasi di Sicanang, Belawan, akhirnya tidak direkomendasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena kondisi tanah dinilai labil.
“Tim dari Kementerian PUPR turun langsung untuk menguji kondisi tanah, dan hasilnya menunjukkan bahwa lahan di Sicanang tidak layak untuk pembangunan sekolah permanen,” ujarnya.
Dari total kabupaten/kota di Sumatera Utara, baru 12 daerah yang memiliki lahan siap bangun untuk mendukung program Sekolah Rakyat ini.
Sinergi Pemda Diperkuat, Tanpa Pembelian Lahan Baru
Asren menegaskan, proyek ini tidak melibatkan pembelian lahan baru, melainkan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah.
Langkah ini diambil untuk mempercepat proses administrasi dan memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal.
“Khusus di Tandem, Hamparan Perak, lahan direkomendasikan langsung oleh Bupati Deli Serdang karena statusnya aset daerah. Ini mempercepat proses perencanaan dan pelaksanaan,” jelasnya.
Misi Pendidikan untuk Anak Rentan di Sumut
Dengan dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat pada awal 2026, pemerintah berharap akses pendidikan bagi anak-anak penerima manfaat di Sumut semakin terbuka luas.
Program ini juga menjadi simbol sinergi antara sektor sosial dan pendidikan, untuk menciptakan generasi muda yang mandiri, berdaya, dan berkeadilan.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan