Sumutpos.jawapos.com-Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) mengapresiasi komitmen manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dalam menuntaskan kompensasi beras bagi purnakarya perkebunan.
Manajemen PTPN IV telah mengambil langkah penyelesaian bantuan pengganti uang beras dengan cara pembayaran sekaligus (lumpsum).
Dalam pertemuan FKPPN dengan manajemen PTPN IV digelar di Aula Sawit PTPN 4 Regional 1 Jalan Sei Batang Hari Medan pada 28 Oktober ini diketahui bahwa saat ini sedang menunggu persetujuan pemegang saham Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Danantara.
Manajemen PTPN Group yang hadir pada pertemuan ini Endang Suraningsih (direktur SDM Holding PTPN Group), Suhendri (direktur SDM & TI PTPN IV) dan jajaran Regional 1 dan Regional 2 PTPN IV.
Pertemuan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan obral janji seperti narasi yang beredar di media tertentu. Kehadiran petinggi PTPN itu didasar oleh rasa peduli dan perhatian luar biasa kepada aspirasi dan harapan para purnakarya.
"Saya sangat percaya dengan komitmen manajemen yang disampaikan Bapak Suhendri tentang formulasi penyelesaian bantuan beras dengan pola dibayar sekaligus. Kita tak boleh apatis dan pesimis dengan kesungguhan manajemen. Apalagi sampai disebut obral janji oleh oknum yang mengaku sebagai ketua perkumpulan lain," kata Paijo dari FKPPN kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (4/11).
Paijo menegaskan bahwa dirinya hadir langsung, bicara langsung dan mendengar langsung jawaban manajemen. "Kok bisa bisanya pihak lain mengklaim ini obral janji," katanya heran.
Paijo yang merupakan bendahara umum FKPPN meminta pihak lain yang biasa mencomot foto dukumentasi kegiatan FKPPN agar menghentikan kebiasaan tersebut. "Kami melihat berita yang disajikan memuat nama pihak lain tapi fotonya selalu kegiatan FKPPN sementara malah terkesan memojokkan.
Sebaiknya, ia meminta pihak lain dapat menbangun narasi yang identik dengan kegiatan masing-masing. "Tidak main comot. Apalagi narasinya seolah membangun opini FKPPN terkesan jelek dan membangun pesimistis kepada keseriusan manajemen," ungkap Paijo.
Disela-sela ngopi bareng dengan pengurus DPD Asahan, Paijo mengajak semua pihak khususnya keluarga besar FKPPN untuk mengawal penyelesaian pembayaran bantuan beras dengan mengedepankan optimisme dan penuh kearifan tidak menghujat atau bernarasi negatif.
"Insya Allah dalam November 2025 ini ada kabar baik pendahuluan. Awal tahun 2026 kita sudah mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang di rencanakan manajemen," sebut bendahara umum.
Terpisah HTM Hisyam selaku sekretaris harian menyampaikan bahwa pihaknya paham dengan sikap Suhendri. "Beliau itu orangnya amanah. Tidak pernah main-main kalau sudah bicara. Orangnya komitmen sejak mengawali karir di PTPN II," ucap HTM Hisyam.
Tatik Sunarty menambahkan bahwa Suhendri itu sangat peduli dengan karyawan semasa aktif di PTPN II. "Saya tau beliau," kata Tatik Sunarty. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan