PEMKO Medan kembali menunjukkan komitmen mendorong transformasi pendidikan berbasis digital melalui deklarasi Gerakan Literasi Digital yang dilaksanakan di Sekolah Parulian 1 Medan.
Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Kepala Dinas Pendidikan Medan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, dan camat Medan Kota meresmikan gerakan yang menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang cakap digital dan siap menghadapi tantangan era informasi.
Acara ini dihadiri oleh lebih seribu siswa, orangtua, guru dan tokoh masyarakat termasuk Afif Abdillah (anggota DPRD Medan), Mustafa (anggota DPRD Sumut), Dimas Triaji, perwakilan dari Prananda Center dan undangan lainnya. Rico Waas mengapresiasi Sekolah Parulian yang mempelopori dalam mengembangkan budaya literasi digital di lingkungan sekolah.
“Gerakan literasi digital ini bukan hanya penting. Tapi sudah menjadi kebutuhan. Anakanak kita harus dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Rico Waas.
Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Prananda Surya Paloh kepada siswa Sekolah Parulian. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan mendorong semangat belajar siswa.
Wali kota juga meninjau fasilitas ruang podcast yang telah dibangun oleh pihak sekolah sebagai bagian dari ekosistem literasi digital. Rico Tri Putra Bayu Waas juga berkesempatan menjadi narasumber dalam sesi podcast yang dipandu oleh dua siswa Sekolah Parulian. Dalam perbincangan santai namun inspiratif itu, Rico Waas berbagi pandangan tentang pentingnya literasi digital, kepemimpinan, dan peran generasi muda dalam membangun kota.
Ketua Yayasan Parulian Sopar Siburian berterima kasih atas bantuan tersebut. “Kami berterima kasih kepada Bapak Prananda Surya Paloh atas perhatian dan bantuan PIP yang diberikan kepada siswa kami. Ini sangat berarti bagi keluarga dan masa depan pendidikan mereka,” ujarnya. Sopar Siburian juga menyampaikan penghargaan kepada wali kota. “Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan yang telah hadir dan sekaligus mendeklarasikan Gerakan Literasi Digital.
Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi,” ujar ketua yayasan. Koordinator Tim Digital Sekolah Parulian menyampaikan, gerakan ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, orangtua dan komunitas pendidikan yang peduli terhadap masa depan anak-anak. Menciptakan ruang belajar yang relevan dengan zaman dan literasi digital adalah bagian penting. Dengan deklarasi ini, Sekolah Parulian diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kota Medan dalam mengintegrasikan teknologi dan literasi digital ke dalam proses pembelajaran.
Sekolah Parulian dikenal sebagai sekolah literasi yang telah mencanangkan Gerakan Literasi sejak tahun 2017. Gerakan ini menjadi fondasi dalam membangun budaya membaca, menulis dan berpikir kritis di kalangan siswa. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan digital, Parulian kini bertransformasi menuju Gerakan Literasi Digital, yang mulai digagas sejak masa pandemi Covid19 dan diperkuat hingga saat ini. Transformasi ini mencakup pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, produksi konten digital oleh siswa dan pengembangan ruang-ruang kreatif seperti studio podcast. (dmp)
Editor : Redaksi