Sumutpos.jawapos.com-Sebanyak 67 dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan- Kepala dan Leher (THT-KL) yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL (Perhati-KL) Indonesia memberikan bantuan medis kepada warga terdampak.
Fokus utama bantuan adalah penanganan masalah kesehatan termasuk THT- KL yang banyak dialami warga pascabanjir. Diberikan juga pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan oleh para dokter umum yang menyertai rombongan tersebut.
Untuk melakukan koordinasi, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati-KL Prof. Dr. dr. Achmad Chusnul Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS bersilaturahim ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Sabtu (20/12).
Ketua umum Pengurus Pusat Perhati-KL didampingi sejumlah dokter spesialis. Diantaranya Dr. dr. Indra Z., Sp.THT (ketua Perhati-KL Wilayah Barat), dr. H. Agus Salim, Sp.THT-KL (sekretaris Perhati-KL Sumut), dr. Milzam R. Asmara, Sp.THT-KL (anggota Perhati-KL Aceh) dan dr. Munzir (anggota Perhati-KL Sumut).
Rombongan Perhati-KL di PMI Sumut disambut Ketua PMI Sumut DR Tun H Rahmat Shah diwakili Wakil Ketua PMI Sumut Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, para ketua bidang yakni Chairil Siregar, SH, Dr. dr. Horas Rajagukguk, Sp.B dan Dr. dr. Eka Airlangga, Sp.A serta sejumlah pengurus lainnya.
Ketua umum Pengurus Pusat Perhati-KL menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga pasca-banjir cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan relawan di lapangan, 41 dari 50 warga yang diperiksa mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Dengan kondisi cuaca panas dan debu yang meningkat setelah banjir, risiko ISPA bisa semakin besar. Karena itu, kami merasa perlu memberikan penanganan khusus, terutama pada kesehatan THT, untuk membantu warga terdampak," sebut Prof. Dr. dr. Achmad Chusnul Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS.
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga ini
menagatakan bahwa sejak awal bencana Perhati-KL telah menurunkan tim medis sekaligus menggalang donasi untuk membantu korban. Hingga kini, penggalangan bantuan masih terus dibuka melalui Yayasan Perhati-KL.
Sementara itu dr. Milzam R. Asmara, Sp.THT KL mengungkapkan bahwa tim juga membawa bantuan obat-obatan serta tiga unit alat medis endoskopi. Alat tersebut sangat dibutuhkan karena fasilitas endoskopi di rumah sakit Aceh Tamiang tidak dapat digunakan akibat banjir.
"Endoskopi sangat penting untuk memeriksa kasus kemasukan benda asing atau binatang seperti lintah di telinga dan hidung, yang cukup sering ditemukan di wilayah pascabanjir,” katanya.
Selain bantuan medis, lanjutnya, tim Perhati-KL juga membawa tangki air bersih untuk mendukung kebutuhan sanitasi warga. "Ketersediaan air bersih sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk ISPA, melalui kebiasaan mencuci tangan," ungkap dr. Milzam R. Asmara, Sp.THT,KL
Ketua PMI Sumut Tun DR. H. Rahmat Shah yang berbicara via telepon dengan Ketua Perhati-KL berterima kasih atas kepedulian para dokter spesialis THT-KL terhadap bencana yang terjadi di Sumatera. Tokoh nasional sarat pengalaman ini berharap tim terus berkoordinasi dengan PMI Sumut maupun PMI Aceh ketika terjun di daerah bencana agar program bantuan kemanusiaan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Wakil Ketua PMI Sumut Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP mengapresiasi atas kepedulian dan kontribusi tim medis Perhati-KL. Ditegaskannya, PMI sejak awal bencana terus berupaya hadir dan memfasilitasi berbagai bentuk bantuan dari masyarakat.
"PMI Pusat juga telah mengirimkan bantuan, termasuk puluhan truk tangki air untuk Sumut dan Aceh. Bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal milik Ketua Umum PMI Pusat, Bapak HM Jusuf Kalla," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa setiap bantuan yang diserahkan melalui PMI Sumut, langsung dikirim ke daerah yang kena bencana sehingga dapat segera dipergunakan secara cepat, tepat dan bermanfaat.
Dr. dr. Horas Rajagukguk, Sp.B mengingatkan pentingnya kesesuaian bantuan dengan kebutuhan korban di lapangan. Ia mencontohkan, pada fase awal bencana, korban lebih membutuhkan makanan siap saji dan selimut dibandingkan bahan mentah seperti beras dan minyak, karena banyak warga kehilangan peralatan memasak.
Pengurus PMI Sumut ini mengapresiasi semangat para relawan. "Realitas di lokasi bencana sering kali berat dan menantang. Karena itu, relawan yang sudah terlatih seperti dari PMI sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran," katanya. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan