Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rapat Evaluasi, Lailatul Badri Desak Dinas SDABMBK Pastikan Seluruh Parit Bebas Sampah dan Lumpur

Juli Rambe • Selasa, 6 Januari 2026 | 08:26 WIB
RAPAT: Komisi IV DPRD Medan melakukan rapat evaluasi triwulan ke IV dengan Dinas SDABMBK di gedung dewan, Senin (5/1/2026) sore. (Dok: istimewa)
RAPAT: Komisi IV DPRD Medan melakukan rapat evaluasi triwulan ke IV dengan Dinas SDABMBK di gedung dewan, Senin (5/1/2026) sore. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi IV DPRD Medan, Lailatul Badri, meminta Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (Dinas SDABMBK) Kota Medan untuk serius dalam menangani masalah banjir di Kota Medan. Salah satunya, dengan memastikan seluruh drainase/parit di Kota Medan bebas lumpur dan sampah.

"Pastikan dulu seluruh drainase yang ada di Kota Medan bersih dan lancar air mengalir, maka banjir akan berkurang dan cepat surut," ucap Lailatul Badri saat Komisi IV DPRD Medan melakukan rapat evaluasi triwulan ke IV dengan Dinas SDABMBK di gedung dewan, Senin (5/1/2026) sore.

Menurut Laila, panggilan akrab Lailatul Badri, beberapa tahun terakhir ini Pemko Medan selalu menggelontarkan anggaran hingga ratusan miliar setiap tahunnya untuk penanggulangan banjir. Tetapi penggunaan anggaran sia-sia, karena banjir terus melanda Kota Medan.

"Hal itu dikarenakan parit/drainase tidak berfungsi. Parit dipenuhi lumpur, sampah dan semak belukar. Sistem drainase yang buruk, air tidak mengalir karena antara parit sekunder dan parit primer tidak terkoneksi," ujarnya.

Selama ini, sambung Laila, pembangunan drainase dengan anggaran yang cukup tinggi dilakukan di beberapa titik dan terkesan acak. Semua itu terkesan sia-sia, karena saluran tidak tekoneksi. "Bahkan tingkat elevansi kemiringan aliran sungai dari hulu ke hilir sungai tidak bagus. Itu terbukti air tidak mengalir karena saluran tumpat," kesal Lela.

Untuk itu, lanjut Laila, di Tahun 2026 ini Dinas SDABMBK Kota Medan harus menormalisasi seluruh drainase dan sungai yang ada di Kota Medan. "Pastikan seluruh parit bebas air mengalir. Dan tentu parit sekunder dan primer saling terkoneksi," imbuhnya.

Masih Laila, banyak pembangunan untuk penanggulangan banjir yang terkesan sia-sia karena tidak difungsikan maksimal. Contohnya, pembangunan kolam retensi di Martubung. Menurut peninjauan yang telah dilakukan disana, tampak saluran parit menuju kolam dan pembuangan terlalu kecil, sehingga air tidak mengalir secara normal. 

"Ada pembangunan parit yang kurang tepat disana. Itu perlu diperbaiki untuk memaksimalkan fungsi kolam retensi tersebut," pinta Lela.

Menanggapi kritikan dewan, Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan didampingi Sekretaris Willy menyambut baik saran yang disampaikan dewan. Pihaknya pun mengaku akan menormalisasi sungai hingga peninggian tanggul di sejumlah titik rawan genangan.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak BBWS terkait normalisasi selulur sungai di Kota Medan," pungkasnya. (map/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Dinas SDAMBK Medan #Komisi IV DPRD Medan #Lailatul Badri