MEDAN, SUMUT POS- Kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) berlantai tiga di Jalan Marelan Pasar 5, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (9/4/2026) siang. Peristiwa tragis ini menewaskan satu orang wanita serta menyebabkan dua lainnya mengalami luka-luka, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan menerima laporan kejadian pada pukul 13.09 WIB. Petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) 3.0 langsung bergerak cepat menuju lokasi dan tiba dalam waktu sekitar 11 menit setelah laporan diterima.
Namun, besarnya kobaran api membuat petugas di lapangan segera meminta bantuan tambahan dari sejumlah unit pemadam lainnya. Sedikitnya enam pos pemadam dikerahkan, yakni UPT 2.0, 3.0, 4.0, 5.0, 6.0, serta Mako Pusat 0.0, guna mengendalikan api yang terus membesar.
Baca Juga: Kuasa Hukum Kadis Sosial Samosir Soroti Dugaan Kejanggalan Kasus Dana Banjir Bandang Rp1,5 Miliar
Api diduga pertama kali muncul dari lantai dasar ruko milik Adi Sunto (45), seorang wiraswasta setempat. Material bangunan yang padat serta hembusan angin kencang mempercepat penyebaran api hingga ke lantai dua dan tiga bangunan berukuran sekitar 10×15 meter tersebut.
Petugas berjibaku selama hampir dua jam untuk memadamkan api sekaligus mencegahnya merambat ke bangunan di sekitarnya. Upaya pemadaman dan pendinginan akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 15.20 WIB, dengan total penggunaan air mencapai 64.500 liter.
Salah seorang petugas Regu 2 di lokasi mengatakan bahwa fokus utama tim saat itu adalah melokalisir api agar tidak meluas.
“Api cukup cepat membesar karena kondisi bangunan dan angin. Prioritas kami adalah mencegah api menjalar ke ruko lain serta memastikan tidak ada lagi titik api tersisa sebelum kami kembali ke pos,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Operator Data dan Informasi DPKP Kota Medan, Esmin, peristiwa ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia, seorang perempuan yang identitasnya masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. Selain itu, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
“Benar, ada satu korban meninggal dunia dan dua orang luka-luka. Untuk identitas korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut,” kata Esmin.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, termasuk tim Inafis yang telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Akibat insiden tersebut, bangunan ruko mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian interior di seluruh lantai. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar Jalan Marelan Pasar 5 sempat mengalami kemacetan panjang selama proses pemadaman dan evakuasi berlangsung. Namun, kondisi lalu lintas kini berangsur normal dengan pengaturan dari petugas di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat bangunan.
Lurah Rengas Pulau, Catur Muhammad Sarjono, menjelaskan bahwa informasi yang diperoleh masih bersifat sementara dan belum sepenuhnya final. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Untuk sementara, informasi yang kami terima, memang ada satu korban meninggal dunia. Korban merupakan orang tua dari pemilik tempat kejadian,” ujar Catur saat memberikan keterangan.
Namun demikian, ia mengaku belum dapat memastikan identitas lengkap maupun usia korban. Selain itu, terkait kemungkinan adanya korban lain yang mengalami luka-luka, termasuk luka bakar, juga masih belum dapat dipastikan.
“Kami belum bisa memastikan apakah ada korban luka-luka atau tidak. Data tersebut masih menunggu hasil pendataan lebih lanjut,” tambahnya.
Peristiwa kebakaran tersebut diperkirakan sekitar pukul 13.00 WIB. Warga sekitar disebut sempat dihebohkan dengan munculnya api yang melahap bangunan sebelum akhirnya dilakukan upaya pemadaman.
Catur juga menekankan bahwa pihak kelurahan tidak ingin berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.
“Terkait penyebab kejadian, kami belum bisa menyimpulkan apa pun. Kita masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian agar informasinya jelas dan tidak simpang siur,” tegasnya.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran serta memastikan ada tidaknya korban lain dalam insiden tersebut. Sementara itu, pihak kelurahan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.(san/ram)
Editor : Juli Rambe