MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara mulai memunculkan alarm serius dari kalangan dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut menilai blackout yang terjadi telah memukul aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Apindo Sumut, Haposan Sialagan, mengatakan kerugian akibat gangguan pasokan listrik tidak bisa dianggap kecil karena dampaknya dirasakan hampir di seluruh lini usaha.
“Kerugian yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik ini sangat besar, khususnya bagi UMKM. Memang belum bisa dihitung secara pasti, tetapi nilainya jelas tidak kecil,” ujar Haposan kepada Sumut Pos, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kelompok usaha kecil menjadi pihak yang paling rentan menghadapi kondisi tersebut karena sebagian besar tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan.
Akibatnya, banyak usaha terpaksa menghentikan operasional sementara waktu.
Kafe, warung kopi, hingga pelaku usaha kaki lima di sejumlah titik Kota Medan disebut mengalami penurunan aktivitas drastis sejak listrik padam berjam-jam.
Baca Juga: Komisi D DPRD Sumut Soroti Blackout, PLN Dinilai Lamban Tangani Gangguan Listrik
“Banyak kafe di Medan yang akhirnya tutup sementara karena tidak punya genset, atau gensetnya bermasalah. UMKM di pinggir jalan juga tidak bisa berjualan seperti biasa,” katanya.
Di sisi lain, sektor industri berskala besar memang masih dapat bertahan dengan mengandalkan genset. Namun kondisi itu justru menambah tekanan biaya operasional perusahaan.
Menurut Haposan, penggunaan genset dalam durasi panjang membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan besar untuk bahan bakar minyak dan perawatan mesin.
“Pabrik-pabrik besar mungkin masih bisa beroperasi dengan genset, tetapi biaya operasional mereka meningkat drastis karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk BBM dan perawatan,” jelasnya.
Apindo Sumut menilai pemulihan listrik harus menjadi prioritas utama pemerintah dan PT PLN (Persero) agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terganggu.
Haposan mengingatkan, jika blackout berlangsung lebih lama, dampaknya bisa menjalar lebih luas terhadap stabilitas ekonomi daerah.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana listrik bisa segera pulih. Kalau ini terus berlanjut, kerugian ekonomi akan semakin besar dan pelaku usaha semakin tertekan,” tegasnya.
Baca Juga: Dampak Blackout Meluas, DPRD Sumut Desak PLN Salurkan Bantuan CSR untuk UMKM
Terkait wacana kompensasi bagi pelaku usaha terdampak, Haposan menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi tambahan, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Namun menurutnya, bantuan apa pun tidak akan efektif jika pasokan listrik belum kembali normal.
“Kompensasi itu baik, misalnya lewat CSR untuk membantu UMKM. Tapi yang paling utama adalah memastikan listrik kembali normal, supaya aktivitas usaha bisa berjalan lagi,” pungkasnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan