MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah derasnya arus globalisasi, maraknya penyebaran hoaks, hingga ancaman paham radikalisme yang berpotensi menggerus persatuan bangsa, nilai-nilai Pancasila dinilai harus terus ditegakkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pandangan hidup, dasar negara, sekaligus ideologi yang menjadi pijakan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, Dr. M. Afri Rizki Lubis, SM, M.IP, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bertema “Sosialisasi Materi Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik” di Jalan Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Minggu (31/5/2026).
Dalam pemaparannya, Rizki Lubis menegaskan bahwa Pancasila memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan bernegara. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Sementara sebagai ideologi negara, Pancasila berfungsi sebagai arah dan pedoman dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang merdeka, adil, dan makmur.
“Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi bangsa. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita tegakkan dan kita amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Rizki Lubis di hadapan peserta sosialisasi.
Baca Juga: Patroli Timsus Anti Begal Polres Binjai Berbuah Hasil, Motor Curian dari Langsa Berhasil Dipulangkan
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan itu menjelaskan, dalam kapasitasnya sebagai ideologi negara, Pancasila berperan sebagai leitstar atau bintang penuntun yang mengarahkan pembangunan nasional agar tetap berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
Sedangkan sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi sumber nilai, moralitas, dan etika publik yang harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan masyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pancasila mengandung nilai-nilai luhur seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan, keputusan, tindakan, maupun perilaku kita sebagai warga negara,” katanya.
Menurut Rizki, tujuan utama sosialisasi tersebut adalah membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, Pancasila bukan sekadar konsep abstrak yang tertulis dalam konstitusi. Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi rujukan etis dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pengambilan kebijakan, sehingga seluruh proses pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat serta mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila berfungsi sebagai sistem nilai yang menjadi tolok ukur untuk menilai baik atau buruknya sebuah kebijakan, keputusan, maupun tindakan. Karena itu, Pancasila harus hadir dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Baca Juga: KPR Melambat, Bank Kian Selektif Salurkan Kredit Perumahan
Rizki juga mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya telah hidup dan tumbuh dalam budaya masyarakat Indonesia sejak lama. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial telah menjadi bagian dari karakter bangsa yang tercermin dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun spiritual masyarakat Nusantara.
Karena itu, mengabaikan Pancasila sama artinya dengan mengingkari jati diri bangsa Indonesia.
“Jika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita tidak menjadikan Pancasila sebagai sumber nilai, moralitas, dan etika publik, maka sesungguhnya kita sedang mengingkari kepribadian bangsa kita sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki Lubis juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Menurutnya, tanggung jawab menjaga Indonesia tidak hanya berada di pundak pemerintah, melainkan menjadi tugas bersama seluruh warga negara.
Ia menilai generasi muda harus tampil sebagai garda terdepan dalam memperkuat semangat kebangsaan dan menangkal berbagai paham yang dapat mengancam persatuan. Sementara para orang tua diharapkan terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak usia dini, dan para tokoh masyarakat harus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Pemuda harus menjadi garda terdepan menjaga persatuan dan melawan radikalisme. Orang tua harus menanamkan nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini, dan tokoh masyarakat harus menjadi contoh dalam menjaga harmoni sosial,” ujarnya.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari disinformasi, berita hoaks, meningkatnya individualisme, hingga ancaman radikalisme, Rizki mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup.
“Mari kita tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air, kita akan mampu menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (map/han)
Editor : Johan Panjaitan