MEDAN, SUMUT POS- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meminta seluruh Camat di Kota Medan agar memprioritaskan penggunaan Dana Kelurahan (Dankel) untuk pembangunan fisik di setiap wilayah. Pasalnya selama ini, Dankel justru banyak digunakan untuk pembangunan non fisik.
"Dankel ini lebih banyak dipakai untuk non fisik, sementara masih banyak jalan rusak atau bahkan belum di aspal sama sekali. Harusnya dankel ini untuk pembenahan jalan dan drainase atau fisik dulu, baru untuk yang lain-lain," ucap Rico Waas saat Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Senin (8/6/2026).
Dijelaskan Rico Waas, saat ini masih banyak jalan gang di permukiman masyarakat, khususnya di wilayah Medan Utara yang belum pernah tersentuh pembangunan atau belum pernah di aspal sama sekali.
"Di Medan Utara itu kalau saya kesana, ke gang-gang rumah warga, itu masih banyak yang jalannya masih tanah. Inikan harusnya segera dibangun, di aspal. Harus ada lah peningkatan infrastruktur, pembangunan fisik ini tolong diutamakan," ujarnya.
Usai rapat tersebut, kepada Sumut Pos, Rico Waas mengatakan bahwa dirinya telah meminta setiap kecamatan agar membenahi data pembangunan di wilayahnya masing-masing.
"Saya minta supaya kecamatan ini membenahi data pembangunan di kelurahan-kelurahan, karena ruas-ruas jalan masih banyak yang belum 'jadi' itu, banyak yang rusak, jalan tanah. Camat-camat harus peduli dengan data itu, jangan bergantung sepenuhnya dengan data Musrenbang, ya benahilah datanya," tegasnya.
Nantinya setelah di data, sambung Rico, pihak kecamatan harus menyampaikan data tersebut kepada Bappeda agar dapat ditindaklanjuti.
"Intinya kita barus adaptif dengan data di lapangan, jangan ada lagi jalan yang masih jalan tanah," katanya.
Terkait dugaan masih banyaknya Lurah yang takut menggunakan Dankel, Rico Waas mengatakan bahwa semua Lurah tidak perlu takut untuk menggunakan Dankel apabila penggunaannya memang sesuai aturan dan peruntukannya.
Sebaliknya, penggunaan Dankel harus berjalan maksimal agar pembangunan infrastruktur di tingkat kelurahan dapat berjalan maksimal.
"Kalau memang datanya ada dan bisa dipertanggungjawabankan, ngapain takut. Benahi saja jalannya, toh masyarakat memang butuh kok," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe