Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pasokan BBM Sumut Dipastikan Aman, Pemerintah Imbau Warga Tak Terjebak Panic Buying

Johan Panjaitan • Minggu, 14 Juni 2026 | 13:00 WIB
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap.(Dok : Disperindag dan ESDM Sumut)
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap.(Dok : Disperindag dan ESDM Sumut)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan normal, meski dalam beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), terutama untuk Pertalite dan Biosolar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, menyatakan bahwa fenomena antrean tersebut tidak berkaitan dengan gangguan distribusi maupun keterbatasan stok BBM.

Menurutnya, distribusi BBM dari Pertamina tetap berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Kondisi yang terjadi lebih dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran masyarakat yang mendorong pembelian secara berlebihan.

“Secara prinsip, pasokan BBM kita normal. Tidak ada gangguan distribusi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Dedi, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga: PLN Sukses Kawal Keandalan Listrik Tanpa Gangguan saat Final Piala AFF U-19 Boy's Championship 2026

Ia menilai, lonjakan antrean di SPBU lebih disebabkan oleh fenomena panic buying, di mana masyarakat datang secara bersamaan untuk mengisi bahan bakar karena khawatir akan terjadi kelangkaan. Situasi ini kemudian menciptakan kesan seolah-olah pasokan BBM terbatas.

Padahal, lanjutnya, secara distribusi dan ketersediaan stok, kondisi BBM di Sumatera Utara masih berada pada level aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Yang terjadi bukan karena stok menipis, tetapi karena perilaku konsumsi yang meningkat dalam waktu bersamaan. Ini yang menimbulkan penumpukan di SPBU,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan bahwa pemerintah terus memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM, termasuk Biosolar, tetap stabil. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan di luar kebutuhan harian.

“Belum ada alasan untuk cemas. Stok Biosolar aman dan distribusi berjalan normal. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Baca Juga: Prediksi Belanda vs Jepang: Ujian Berat Samurai Biru Tanpa Endo dan Mitoma

Ia menekankan bahwa antrean panjang di SPBU tidak selalu identik dengan kelangkaan. Dalam kondisi tertentu, tingginya volume kendaraan pada waktu bersamaan dapat menyebabkan penumpukan, meskipun pasokan tetap tersedia.

“SPBU memiliki kapasitas layanan terbatas. Jika kendaraan datang bersamaan dalam jumlah besar, antrean tidak bisa dihindari. Itu hal yang wajar, bukan tanda kelangkaan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap situasi ini segera kembali normal seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terkait kondisi pasokan yang sebenarnya. Edukasi publik dinilai penting agar kepanikan tidak justru memperburuk keadaan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu, dan bijak dalam berbelanja BBM. Kepanikan justru bisa menciptakan kelangkaan semu,” tutupnya.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#esdm sumut #pasokan #panic buying #bbm