MEDAN, SUMUT POS- Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dr H Muslim Harahap meminta setiap orang tua di Kota Medan untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya.
Muslim menegaskan, pergaulan anak-anak wajib diawasi secara intens agar anak-anak tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak bermoral.
Hal itu diungkapkan Muslim saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Minggu (12/7/2026) sore.
Baca Juga: Ini Nama Penerima Super Tiket Audisi PB Djarum 2026 Pekanbaru
"Awasi anak-anak kita, lihat dengan siapa mereka bergaul. Didik anak-anak kita agar mereka menjadi anak-anak yang bermoral, salah satunya melalui pengamalan nilai-nilai pancasila," ucap Muslim Harahap pada kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut.
Dikatakan Muslim, saat ini banyak anak muda di Indonesia, termasuk di Kota Medan yang telah mengalami degradasi moral. Untuk itu, nilai-nilai pancasila harus terus ditanamkan kepada setiap anak mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan tempat tinggal.
"Kerukunan rumah tangga, keluarga, tetangga, lingkungan, hingga kelurahan juga menjadi kunci membangun moral anak-anak kita," ujarnya.
Oleh sebab itu, Muslim juga kembali mendorong pemerintah untuk memasukkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebagai muatan lokal di sekolah.
"Pendidikan Moral Pancasila ini sangat penting. Sebab, Pendidikan Moral Pancasila sangat berpengaruh dalam membentuk adab anak-anak. Kita tahu, bahwa adab lebih tinggi dari ilmu," katanya.
Pada kesempatan itu, Ustaz Drs. Syamsul Bahri turut memberikan ceramah tentang bagaimana menjaga moral anak-anak bangsa. Salah satunya, dengan meningkatkan pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya.
"Dengan mengawasi anak setiap hari, baik pergaulannya, termasuk apa yang sering mereka buka di HP nya, itu akan cukup membantu mereka agar tetap menjaga moralitasnya," kata Ustaz Syamsul.
Ustaz Syamsul juga mengatakan bahwa nilai-nilai pancasila juga sangat penting dalam menjaga moral anak bangsa.
"Sesuai apa yang disampaikan pada sila pertama, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Bila sila pertama ini saja mampu dijalankan, maka tidak akan ada manusia yang tidak bermoral," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe