Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha,  Kadin Sumut: UMKM Paling Terdampak

Redaksi • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:45 WIB
Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara. (Foto : dok Kadin Sumut)
Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara. (Foto : dok Kadin Sumut)

 

MEDAN - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara, menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut saat ini. Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dalam beberapa minggu terakhir kembali menjadi perhatian serius dunia usaha.

Menurut Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, tersendatnya distribusi BBM berdampak langsung pada logistik, industri, UMKM, pertanian, hingga layanan kesehatan dan aktifitas masyarakat sehari-harinya. Bagi pelaku usaha di Sumut, BBM bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi distribusi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah.

“Ketika BBM langka, yang macet bukan hanya kendaraan. Rantai pasok bahan pokok, biaya produksi, dan mobilitas usaha ikut terganggu. Ini ancaman serius bagi iklim usaha di Sumut,” ujar Dida Mutyara (15/7/2026).

Baca Juga: UMKM di PRSU Rugi, Forda UKM Sumut: Omzet Turun Lebih 50 Persen

KADIN Sumut mencatat antrian truk, mobil dan sepeda motor panjang di SPBU, di berbagai daerah, khususnya di Kota Medan, telah membuat lajur lalu lintas menjadi macat total. Hal ini tentunya dapat berdampak pada perputaran ekonomi, karena antrian yang begitu panjang terkadang menjadi pemicu membuat keterlambatan distribusi barang sampai ke tujuan. Selain itu masyarakat jadi enggan beraktifitas keluar rumah.

‘’Harusnya Pertamina bisa memahami, bahwa kelangkaan BBM memiliki dampak sistemik kepada sektor-sektor lain. Misalnya distribusi logistik yang akan terganggu hingga berpengaruh pada harga-harga di lapangan.  Kenaikan harga bahan pokok karena kelangkaan BBM bisa memicu laju percepatan inflasi. Di lapangan, UMKM menjadi pihak paling terdampak. Pelaku usaha khawatir kondisi ini dapat membuat usaha kecil menengah “kolaps” jika terus berulang,’’ujar Dida Mutyara.

Merespons kondisi tersebut, dunia usaha di Sumut mendorong beberapa langkah strategis seperti Penguatan Mitigasi dan Jalur Alternatif. Dunia usaha meminta pemerintah dan Pertamina mengelola informasi secara hati-hati untuk mencegah panic buying yang memperparah kelangkaan. Koordinasi Lintas Sektor diperlukan sinergi antara Kementerian ESDM, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi BBM lancar.

Baca Juga: Fraksi Gerindra DPRD Binjai Dukung Langkah BNNK Tekan Angka Pengguna Narkoba

“KADIN selaku wadah dunia usaha, siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan BBM ke SPBU-SPBU. Dunia usaha butuh kepastian agar roda ekonomi Sumut tetap berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya,” tutup Dida Mutyara. (sih)

Editor : Redaksi
Kelangkaan BBM umkm kadin sumut