MEDAN, SUMUT POS- Jenazah Ros, asisten rumah tangga (ART) yang menjadi korban meninggal dunia dalam ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/7/2026).
Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Abuimau Karmoy, mengatakan jenazah diberangkatkan melalui jalur kargo pada Rabu dini hari setelah dijemput dari RSUP H Adam Malik Medan.
"Jenazah dijemput dari rumah sakit lalu diterbangkan ke NTT pada Rabu subuh. Saya baru mendapat informasi itu sekitar siang hari," ujar Devis kepada Sumut Pos, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Sidang Korupsi Inalum, Ahli Pidana Sebut Sengketa Bisnis Tak Otomatis Masuk Ranah Korupsi
Meski demikian, Devis mengaku belum mengetahui secara pasti pihak yang mengurus proses pemulangan jenazah tersebut. Menurutnya, ada pihak yang mengatasnamakan warga NTT, namun hingga kini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas proses pemulangan almarhumah.
"Mereka membawa nama warga NTT, tetapi sampai sekarang belum ada yang menyampaikan secara langsung bahwa mereka yang mengurus kepulangan jenazah Ros," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga di Nagekeo, jenazah diperkirakan tiba di rumah duka pada Kamis malam.
Devis menegaskan, perhatian Forum Pemuda NTT Sumut kini bukan lagi pada proses pemulangan jenazah, melainkan menelusuri perusahaan atau yayasan yang menyalurkan Ros untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Medan.
"Kami ingin mengetahui siapa penyalur tenaga kerja Ros. Banyak warga NTT yang bekerja di Medan melalui yayasan atau perusahaan tertentu. Sampai sekarang kami masih mencari informasi itu," ujarnya.
Ia berharap perusahaan atau yayasan penyalur dapat dihadirkan agar memberikan penjelasan sekaligus memenuhi hak-hak yang seharusnya diterima keluarga korban.
Menurut Devis, Forum Pemuda NTT Sumut juga siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum maupun instansi terkait apabila diperlukan dalam proses penanganan perkara tersebut.
Sebelumnya, ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia menewaskan tiga orang, yakni Jesica selaku istri pemilik rumah, Ros yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, serta Sinta yang merupakan pengasuh anak (babysitter). Sementara tiga korban lainnya selamat dan menjalani perawatan.
Hingga kini, Polrestabes Medan bersama tim gabungan masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas, namun kepolisian menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi Laboratorium Forensik. (man/ram)
Editor : Juli Rambe