Semarakkan HUT ke-81 RI, dr Dimas Ajak Warga Medan Kibarkan Merah Putih di Setiap Rumah

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:40 WIB
 
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis memberikan cinderamata kepada masyarakat saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Tanjungsari, Medan Selayang, Minggu (9/8/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis memberikan cinderamata kepada masyarakat saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Tanjungsari, Medan Selayang, Minggu (9/8/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat nasionalisme kembali digaungkan di tengah masyarakat Kota Medan. Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, mengajak seluruh warga mengibarkan bendera Merah Putih di setiap rumah mulai menyambut 17 Agustus 2026.

Bagi dr Dimas, mengibarkan Merah Putih bukan sekadar tradisi untuk mempercantik suasana perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, bendera kebangsaan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati masyarakat Indonesia selama puluhan tahun.

"Menjelang HUT ke-81 RI, mari kita mengibarkan bendera merah putih di setiap rumah. Ini bentuk rasa nasionalisme kita, bentuk rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah kita rasakan," ucap dr Dimas saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kenanga Raya, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Medan Selayang, Rinaldi, serta Lurah Tanjungsari, Ihsan Nugraha.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih 7 Penghargaan ISRA 2026, Program Gampong Berdikari Sabet Platinu

Dr Dimas menilai, semangat mengibarkan bendera harus berjalan beriringan dengan penguatan rasa cinta terhadap tanah air. Sebab, nasionalisme bukan hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Rasa cinta tanah air merupakan cerminan bahwa kita memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Sementara, wawasan kebangsaan yang baik hanya bisa kita miliki apabila kita memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap wawasan kebangsaan tidak boleh hanya menjadi materi seremonial. Nilai tersebut perlu ditanamkan secara konsisten, terutama kepada generasi muda yang kelak menjadi penerus bangsa.

Atas dasar itu, dr Dimas menyebut pihaknya di DPRD Kota Medan telah mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan agar pendidikan wawasan kebangsaan dapat diperkuat sejak anak-anak berada di bangku sekolah.

"Wawasan kebangsaan ini perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita di usia sekolah. Oleh sebab itu, hal ini sudah kita sampaikan kepada Disdikbud Kota Medan," tutupnya.

Baca Juga: Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Ungkap Target Baru Timnas Indonesia

Gotong Royong Mulai Tergerus

Sementara itu, dosen FISIP Universitas Medan Area (UMA), Dadang Darmawan Pasaribu, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menyoroti fenomena lain yang dinilai perlu mendapat perhatian: semakin berkurangnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Menurut Dadang, gotong royong merupakan salah satu bentuk nyata dari pengamalan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.

"Gotong royong itu merupakan wujud nyata dari Persatuan Indonesia. Tetapi yang terjadi saat ini, kita justru mulai meninggalkan hal itu. Masyarakat Indonesia saat ini sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing," tegas Dadang.

Baca Juga: Fauzi Tekankan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan, tapi Pedoman dalam Kehidupan

Ia mengingatkan, sikap individualisme yang semakin kuat tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Jika setiap orang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, ikatan sosial dan persatuan dapat semakin rapuh.

"Bila masih terus berjalan sendiri-sendiri, maka bangsa ini akan mudah terpecah belah. Persatuan Indonesia adalah yang utama, maka mari kita perkuat persatuan di antara kita tanpa membedakan agama, ras, suku dan semua hal yang membuat kita terkotak-kotak," tutupnya.

Momentum HUT ke-81 RI pun diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan memasang bendera dan berbagai ornamen kemerdekaan. Lebih jauh, peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan nilai kebangsaan: menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, menghormati perbedaan dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Sebab, Merah Putih yang berkibar di setiap rumah akan memiliki makna lebih dalam ketika semangat persatuan juga hidup di tengah masyarakat. (map/han)

Editor : Johan Panjaitan
dr dimas hut ri merah putih Kibarkan