MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Keluhan warga Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, terkait lambatnya pengangkutan sampah mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, Dr M Afri Rizki Lubis SM M.IP.
Rizki Lubis meminta pihak Kecamatan Medan Johor memastikan pengangkutan sampah berjalan tepat waktu. Pasalnya, warga mengaku persoalan tersebut telah berlangsung selama dua bulan terakhir dan mulai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Hal itu disampaikan Rizki Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, di Jalan Brigjend Zein Hamid, Gang Sado, Lingkungan IX, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: KONI Medan Apresiasi MCC
"Sudah dua bulan ini pengangkutan sampah di Kelurahan Titi Kuning kerap terlambat. Ke depan, pihak kecamatan harus memastikan sampah diangkut tepat waktu," tegas Rizki Lubis.
Menurutnya, persoalan pengangkutan sampah bukan sekadar menyangkut kebersihan. Jika sampah dibiarkan menumpuk, dampaknya dapat merembet pada kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan hingga menurunnya estetika kawasan permukiman.
Ia menegaskan, kecamatan memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan pengangkutan sampah berjalan sebagaimana mestinya.
"Jangan sampai lambatnya pengangkutan sampah membuat kondisi lingkungan menjadi kotor dan tercemar. Ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat dan estetika lingkungan," ujarnya.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Lurah Titi Kuning Muthia, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Suci Yano serta perwakilan Dinas SDABMBK Medan Prima Wiratama tersebut, warga secara langsung menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang mereka hadapi.
Baca Juga: Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan Digerebek, IRT Diduga Bandar Sabu Ditangkap
Salah seorang warga, Isnaini, mengaku pengangkutan sampah di wilayahnya belakangan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Sudah dua bulan ini sampah lambat diangkut, Pak. Tolong supaya bisa diangkut tepat waktu. Jangan sampai sampahnya menumpuk terlalu lama," keluhnya.
Tak hanya meminta perbaikan layanan pengangkutan, Isnaini juga mengusulkan agar Kecamatan Medan Johor menghadirkan Bank Sampah di Kelurahan Titi Kuning.
Menurutnya, keberadaan Bank Sampah dapat mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
"Kalau bisa ada Bank Sampah juga, jadi masyarakat bisa memilah sampah yang bisa dibawa ke Bank Sampah," harapnya.
Keluhan lain disampaikan Ria. Ia menyebut fasilitas persampahan di lingkungan mereka masih minim. Bahkan, sejumlah keranjang sampah yang sebelumnya tersedia kini sudah tidak ada.
"Keranjang sampah yang sudah ada hilang. Kalau bisa diganti keranjang sampah yang sudah hilang itu, jadi kami tahu mau buang sampah ke mana," tuturnya.
Persoalan lingkungan di Titi Kuning ternyata tidak berhenti pada sampah. Warga juga menyoroti kondisi drainase yang rusak dan dinilai berpotensi memperparah persoalan banjir saat curah hujan tinggi.
Ria mengeluhkan kondisi parit di Gang Perak 2 yang telah lama mengalami kerusakan, namun belum juga mendapat perbaikan.
Baca Juga: BNI Buka Suara soal Rekening Nasabah Gunungsitoli
Keluhan serupa disampaikan warga Lingkungan IX, Sukarmin. Ia meminta pemerintah segera memperbaiki saluran drainase yang kondisinya telah rusak.
"Kalau bisa parit-parit yang sudah hancur di sini segera diperbaiki. Kalau hancur, bagaimana paritnya bisa menampung air. Kami berharap, karena Medan Johor ini sering banjir," katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Suci, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terutama terkait usulan Bank Sampah dan kebutuhan fasilitas persampahan.
Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga kebersihan. Kesadaran warga untuk mengurangi produksi sampah, khususnya sampah plastik, dinilai menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan persampahan.
"Kami harap masyarakat juga bisa lebih sadar lingkungan. Kepada ibu-ibu, mohon kurangi produksi sampah plastik dengan membawa keranjang atau wadah lainnya saat berbelanja," imbaunya.
Sementara untuk persoalan drainase di Gang Perak 2, Rizki Lubis meminta warga segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mengajukan permohonan pembangunan atau perbaikan parit secara resmi.
Baca Juga: Kijang Komando Terbakar di Jalan Diponegoro Binjai, Sopir Alami Luka Bakar
Surat permohonan tersebut nantinya ditandatangani masyarakat sebagai dasar pengajuan. Rizki memastikan aspirasi itu akan dikawal agar mendapat perhatian dari pemerintah.
"Surat permohonan itu nantinya ditandatangani oleh warga. Saya akan kawal permohonan pembangunan drainase yang rusak itu. Masalah drainase ini harus segera dituntaskan," tegasnya.
Menurut Rizki, perbaikan drainase menjadi semakin mendesak mengingat Kota Medan mulai memasuki musim penghujan. Saluran air yang rusak dan tidak mampu berfungsi optimal berpotensi memperbesar risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman.
"Apalagi kita tahu, saat ini Kota Medan sudah memasuki musim penghujan," pungkasnya. (map/han)
Editor : Johan Panjaitan