Kapolda Sumut Tekankan Empat Program Prioritas, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan memaparkan empat program prioritas dalam kegiatan tatap muka bersama insan pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10). (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)
Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan memaparkan empat program prioritas dalam kegiatan tatap muka bersama insan pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10). (Sumut Pos/Dokumen Pribadi)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Sonny Irawan menegaskan empat program prioritas untuk memperkuat sinergi Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Sumatera Utara. Keempat program tersebut menyasar penguatan persatuan di tengah keberagaman, pemberantasan narkoba, penanggulangan kejahatan jalanan, serta pembudayaan tertib berlalu lintas.

Program tersebut merupakan penjabaran dari kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang disesuaikan dengan karakteristik sosial dan tantangan keamanan di Sumatera Utara.

Penegasan itu disampaikan Sonny dalam kegiatan tatap muka bersama insan pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10). Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Banjir Terjang Deli Serdang, 5.403 Rumah Terendam, 11 Rumah Hanyut di Galang

Menurut Sonny, keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumatera Utara merupakan kekuatan yang harus dirawat. Di tengah kemajemukan itu, persatuan dan kerukunan menjadi fondasi penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

“Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Persatuan, fondasi stabilitas daerah

Program prioritas pertama menitikberatkan pada penguatan kesatuan dan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Polri bersama masyarakat diharapkan mampu menjaga kerukunan antarumat beragama, antarsuku, dan antarkelompok agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun Sumatera Utara.

Bagi Sonny, stabilitas keamanan tidak dapat dilepaskan dari terpeliharanya hubungan sosial yang harmonis. Karena itu, upaya menjaga persatuan perlu diwujudkan melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan keterlibatan masyarakat dalam merawat kebinekaan.

Perang terhadap narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat

Program kedua adalah gerakan bersama menolak narkoba. Sonny menegaskan, pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan penindakan hukum. Diperlukan langkah terpadu yang melibatkan keluarga, institusi pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, hingga berbagai komunitas.

Baca Juga: Dua Aliran Sungai di Binjai Meluap, 706 KK Terdampak

Pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus membangun kesadaran dan melakukan pencegahan mulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan keluarga dan lingkungan sosial sebagai bagian penting dari upaya pencegahan. Kesadaran kolektif dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima dampak kebijakan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi ancaman narkoba.

Tekan kejahatan jalanan, jaga rasa aman masyarakat

Program ketiga diarahkan pada pemberantasan kejahatan jalanan, termasuk premanisme dan berbagai tindak kriminalitas yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Sonny berharap, langkah tersebut dapat menciptakan ruang publik yang lebih aman sehingga masyarakat dapat bekerja, berusaha, dan beraktivitas tanpa dihantui ancaman kriminalitas.

Lebih dari persoalan keamanan sehari-hari, situasi yang kondusif juga dinilai penting untuk mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Rasa aman menjadi salah satu prasyarat bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan produktif serta bagi dunia usaha untuk berkembang.

Karena itu, penanganan kejahatan jalanan membutuhkan kehadiran polisi yang responsif, dukungan informasi dari masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten sesuai ketentuan.

Tertib berlalu lintas, lindungi keselamatan pengguna jalan

Program keempat menyasar terwujudnya budaya tertib berlalu lintas. Sonny menekankan bahwa keselamatan di jalan raya harus dibangun melalui edukasi, keteladanan, pendekatan humanis, dan penegakan hukum yang sesuai aturan.

Kepatuhan terhadap rambu, marka, dan ketentuan berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga: Polres Tebingtinggi Amankan Dua Pria, 23 Bungkus Cartridge Vape Getar Disita

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko kecelakaan. Oleh sebab itu, upaya membangun disiplin berlalu lintas harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan mengedepankan pemahaman dan kesadaran tanpa mengabaikan penindakan terhadap pelanggaran.

Pers dan masyarakat sebagai mitra strategis

Sonny menegaskan, keberhasilan keempat program prioritas tersebut bergantung pada pendekatan yang adaptif dan partisipatif. Polri dituntut hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta membuka ruang komunikasi yang sehat tanpa mengesampingkan aturan hukum.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran insan pers sebagai mitra strategis kepolisian. Pers dinilai memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, memberikan edukasi, sekaligus mendukung terpeliharanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sebagai bentuk keterbukaan terhadap aspirasi dan pengaduan masyarakat, Polda Sumut turut menyediakan Hotline Pengaduan Kapolda Sumut di nomor 0811-6161-5527.

Melalui empat program prioritas tersebut, Sonny berharap kolaborasi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dan nyata. Penguatan persatuan, pencegahan narkoba, pemberantasan kejahatan jalanan, serta peningkatan disiplin berlalu lintas diharapkan berjalan sebagai agenda bersama, bukan sekadar program institusi kepolisian.

Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak cukup dibangun melalui penegakan hukum semata. Keamanan juga tumbuh dari kepercayaan publik, kepedulian sosial, kesadaran hukum, dan kemauan seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaganya.

“Komitmen ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (dwi/han)

Editor : Johan Panjaitan
sumut kapolda keamanan program prioritas narkoba