Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Total 142 Korban, 93 Teridentifikasi, 77 Jenazah Dipulangkan

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 3 Juli 2015 | 13:33 WIB
Photo
Photo
Foto: Riadi/PM
Petugas gabungan mengecek daftar nama korban pesawat Hercules jatuh, yang sudah diberangkatkan ke kampung halamannya, di Lanud Soewondo Medan, Kamis (2/7/2015).

MEDAN, SUMUTPOS.CO - Hingga Kamis (2/7) malam, total jenazah yang sudah terindentifikasi berjumlah 93 orang dengan rincian personel TNI AU 32 orang, TNI AD 6 orang dan 54 keluarga TNI dan warga sipil. Jumlah tersebut dipastikan bertambah bila tim menemukan fakta terbaru di lokasi jatuhnya pesawat. Kepala Pusdokkes Mabes Polri, Brigjen Arthur Tampi didampingi Kabid Humas Poldasu, Kombes Helfi Assegaf mengatakan, hingga saat ini sudah 142 kantong mayat yang masuk. Dan, sudah teridentifikasi sebanyak 93 jenazah, sisanya belum diketahui.

Awal jasad dikatakan teridentifikasi itu bermula dari data-data yang disampaikan oleh keluarga korban ke pos Atem Mortem, soal ciri khas dan property korban yang digunakan sebelum meninggal dunia. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah (Atem Mortem dan Post Mortem), selanjutnya direkonsiliasikan. Jika mix dinyatakan sudah teridentifikasi,pengorganisasian terkait proses identifikasi lanjutnya, sudah diperintahkan kepada Kabid Dokkes Polda Sumut, Kombes Setyo untuk menjadi DVI Commander.

Kemudian dalam pelaksanaan tugasnya, yang paling utama dalah bersinergi dengan Dinkes TK I Sumut, dan juga Dirut RSUP Adam Malik. Terkait dengan personel yang melaksanakan tugas, didukung oleh dokter forensik yang ada di Polda Sumut dan juga USU. “Kita datangkan dokter dari Mabes Polri sebanyak 7 orang. Yang terdiri dari 1 komandan tim, 2 ahli forensik, 2 dokter gigi forensik, dan 2 orang ahli DNA. Disamping itu, juga didatangkan dokter forensik dari Polda Jawa Tengah, Polda Sumatera Selatan dan Polda Kepri. Dan dokter forensik dari Polda Jawa Barat akan segera bergabung, Maksud penambahan personel ini agar forensik dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.”terangnya kepada POSMETRO MEDAN, Kamis (2/7) sekira pukul 11.00 WIB.

Dijelaskannya, proses identifikasi korban pesawat Hercules C1130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting KM 10,5, Padang Bulan Medan pada Selasa (30/6) lalu dinyatakan akan makin sulit dan akan mengalami keterlambatan disebabkan sudah tidak ditemui lagi data rekam gigi, dan sidik jari pada korban. Saat ini, tim DVI (Disaster Vivtim Identification) hanya mengandalkan hasil tes DNA dan forensik saja, sementara visual dan property (cincin dan sejenisnya) tidak ada lagi yang bisa dijadikan identifikasi korban.

Sedangkan tanda-tanda khusus dan tanda lahir semakin lama akan menghilang, seiring terjadinya proses pembusukan pada jasad korban. Hal itu akan memperlambat proses identifikasi. Karenanya jangan sampai keluarga salah persepsi mengenai cepat dan lambatnya proses identifikasi. "Proses identifikasi ini adalah pekerjaan kemanusiaan, dan kepentinganya adalah untuk keluarga korban,"bebernya. Ditanya mengapa jenazah TNI lebih cepat teridentifikasi dibandingkan jenazah korban lain, jenderal bintang satu itu berdalih kalau jasad TNI masih dilengkapi oleh seragam dan kelengkapan TNI lainnya, sehingga memudahkan pengindentifikasian.

Sementara, jasad korban lainnya sudah ada yang melepuh dan tidak dikenali lagi. “Dalam pengidentifikasi jenazah, kita tidak ada memilah-milih, dan bagi siapapun yang merasa keluarganya ada di pesawat Hercules silahkan melapor ke posko DVI atau Posko Poldasu. Tim terus bekerja untuk mengidentifikasi para korban,"pungkasnya.

Hingga pukul 18.00 WIB, jenazah yang belum teridentifikasi masih berada di dalam ruang instlasi kamar mayat Rumah Sakit Adam Malik Medan. Sementara itu, beberapa keluarga mulai berangsur meninggalkan rumah sakit.

77 Jenazah Dipulangkan
Pihak Lanud Soewondo kembali memberangkatkan 50 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules yang sudah teridentifikasi ke rumah duka, Kamis (2/7) hingga pukul 21.30 WIB. Dari data ini, sudah 77 jenazah korban yang sudah diberangkatkan. Ke 50 jasad yang diberangkatkan itu masing-masing Gavin Maseliano, Revaldo, Armyati dan Leonardo (menuju ke Bandara Abdurrahman Malang). Biakta Nugraha, Ltd Kal Bayu Perdana dan Ananda Putri (menuju Bandara Halim), Srd Ainul Abidin (AD) istrinya Tri Astuti Indah Sari, Rizky Putri Ramadhani, M Arif Wicaksono, Azizah.

Rully Y Sihotang dan Reni Monika Sihotang (menuju Bandara RSN Pekan Baru)
Anjardea Okiza (menuju Bandara Hasanuddin Bandung), Kopda Dani dan Serda Samsir (menuju Bandara IWY Madiun). Arifin Suharno, Rusti Arisanti dan Nurhalimah (menuju Penggung, Cirebon), Serka Sutrisno (menuju Solo). Kopda Mujiman, Pratu Warsianto, Prada Alfian, Kopda Saryanto, Lettu Pnb Pandu Setiawan, Serda Agung Budiarto (menuju Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta). Pratu Ardianto W, Serda Ando Dandi (menuju Cilacap), Intan Ari, Syahru Muffid dan Nahya Syifam (menuju Tanjung Pinang)
Sertu Irianto Sili (menuju Biak), Karminto, Alfin Syahron, M Natsir,
Hafifah Jasmine, Junita, Wildan dan Eka Purnamasari (menuju Ranai Natuna). Sedang korban asal Medan masing-masing, Arika diambil keluarga dari rumah sakit.Ester Yosefine, Rita Yuniata, Lettu Herry Syaputro, diambil keluarga di rumah sakit.

Jariman Sinurat, Sautan Sinurat, Frislin Sitanggang, diambil keluarga. T boru Hutagaol dibawa keluarga ke Pematang Bandar Simalungun dab Trialin Sinaga juga diambil keluarga.

Menurut Marskal Muda TNI A Dwi Putranto selaku Panglima Komando Operasi Angkatan Udara yang berlokasi di Halim Perdana Kusuma, sejauh ini sudah mengirimkan sebanyak 45 jenazah dan sebagian ada yang dijemput pihak keluarga.

"Untuk sebagian jenazah sudah kita berangkatkan, dan sebagian lagi ada yang dijemput pihak keluarga," jelasnya. Saat ditanyai mengenai pertanggung jawaban untuk warga sipil, dirinya pun enggan berkomentar. "Kalau itu bukan wewenang saya, saya di sini untuk mengurus keberangkatan jenazah," ujarnya singkat.

Dan untuk saat ini jenazah yang berada di hanggar Lanud Soewondo yakni, Eni boru Sembiring (Malang), Indriani Siahaan Ranai (Natuna), Rinaldi W Putra RSN (Pekan Baru), Rizky Budi Prakasa RSN (Pekanbaru), Anggi Ranai (Natuna), Monang Saut M Situmorang, Agus Salim Sitio (Pematang Siantar), Sahat M Sinaga (Pematang Siantar), Glike Simbolon Samosir dan Ivan Ganda Tua Situmorang (Samosir). Rencananya ke 10 jenazah ini akan diberangkatkan, Jumat (3/7) sekira pukul 06.00 WIB. (bay/gib/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#Pesawat Hercules jatuh di medan