SUMUTPOS.CO- Belakangan ini, #kaburAjaDulu ramai berseliweran di media sosial. Terutama di X (dulunya twitter).
Pada umumnya, tagar ini didegungkan oleh mereka yang berusia muda atau produktif.
Para pemberi tagar ini, adalah mereka yang memilih bekerja di luar negeri, karena tidak adanya lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Padahal, janji Prabowo- Gibran saat akan maju menjadi Presiden dan Wakil Presiden adalah membuka lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.
Dari dara Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 79.940 orang Indonesia memilih bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI).
"Total Penempatan PMI pada tahun 2024 sampai Maret 2024 berjumlah 79.940 orang," bunyi keterangan di laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan dikutip Selasa (12/8/2024).
Adapun, negara tujuan TKI paling banyak adalah Hong Kong atau mencapai 34,09 persen.
Negara Tujuan Terbanyak TKI Bekerja
1. Hong Kong: 27.248 orang
2. Taiwan: 22.322 orang
3. Malaysia: 15.960 orang
4. Jepang: 2.838 orang
5. Singapura: 2.823 orang
6. Korea Selatan: 2.700 orang
7. Arab Saudi: 1.891 orang
8. Italia: 1.013 orang
9. Brunei Darussalam: 760 orang
10. Polandia: 374 orang
11. Maladewa: 152 orang
Nah, bila kamu adalah bagian dari #KaburAjaDulu, dan ingin hijrah ke Eropa, maka ini negara yang bisa kamu pikirkan.
Jerman, Republik Ceko, Malta, Austria, dan Luksemburg adalah negara-negara yang paling membutuhkan spesialis IT, dengan setidaknya 65% bisnis menghadapi kekurangan.
Persentasenya bahkan lebih tinggi untuk perusahaan besar: 84% di Malta, 80% di Jerman, 79% di Republik Ceko, 78% di Slovenia, 76% di Austria, 75% di Luksemburg, 73% di Latvia, 72% di Hungaria, dan 71% di Kroasia.
Menurut Eurostat, kesulitan utama dalam perekrutan adalah kurangnya aplikasi, kualifikasi dan pengalaman yang tidak memadai, serta ekspektasi gaji yang tinggi.
Bila kamu berpikir untuk stay di Asia, dari laporan Economist Intelligence Unit melalui laporan The Global Liveability Index 2024, Kota Osaka dan Tokyo masuk ke 10 besar kota layak huni di dunia.
"Sebagai kota terpadat di antara 20 kota teratas, Tokyo layak mendapat penghargaan tambahan karena mampu mempertahankan standar tinggi penyediaan layanan publik dan keamanan bagi populasi yang sangat besar," tulis laporan EIU.
Selain Jepang, negara Asia yang juga menjadi kota layak huni adalah Singapura.
Sedangkan untuk kota ternyaman di tempati oleh Wienna di Austria, Kopenhagen di Denmark, Zurich di Swiss.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menanggapi ramainya tagar KaburAjaDulu di media sosial yang berisi ajakan meninggalkan Indonesia. Yassierli melihat tagar itu bukan kabur sebenarnya, melainkan pergi ke luar negeri karena melihat peluang kerja.
Yassierli mengakui adanya peluang kerja di luar negeri. Namun, menurutnya hal itu harus dipandang sebatas meningkatkan keahlian yang nantinya kembali ke Indonesia.
"Tanggapannya, ya itu apa ya ini kan netizen terkait dengan kabur aja, memang di satu sisi saya lihat kesempatan kerja di luar memang ada ya," kata Yassierli kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2025).
"Jadi semangatnya bukan kabur sebenarnya, jadi kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri. Kemudian, kembali ke Indonesia bisa membangun negeri ya tidak masalah," lanjutnya.
Di sisi lain, Yassierli menjadikan hal ini sebagai tantangan. Jika memang itu sebuah aspirasi, ia siap berdiskusi untuk mencarikan solusi lebih baik ke depan.
Untuk diketahui, sejak awal tahun 2000an, banyak warga negara Indonesia yang mengubah statusnya menjadi warga negara Singapura. Walaupun hingga kini, belum diketahui dengan pasti angka perpindahan ini. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe