SUMUTPOS.CO- Para pecinta traveling pasti mengenal Hibics Fantasy atau Disney Land Puncak?
Kabarnya, wahana wisata yang mulai beroperasi sejak Desember 2024 ini akan dibongkar karena menjadi penyebab utama banjir besar yang melanda kawasan Puncak dan Cisarua Kabupaten Bogor.
Perintah pembongkaran langsung keluar dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal itu karena dia tidak menyangka, bagaimana mungkin daerah dataran tinggi itu bisa mengalami banjir lumpur yang cukup parah.
Meski sempat dilanda hujan deras, Dedi tak yakin penyebab utama banjir Puncak karena cuaca ekstrem. Melainkan, alih fungsi lahan yang gencar terjadi di sana.
Tak mau kembali kecolongan, Dedi langsung mendatangi kawasan Puncak pada Kamis (6/3/2025). Dia bahkan langsung bergerak cepat dengan meminta kawasan wisata Hibics Fantasy atau dikenal dengan Disney Land Puncak dibongkar. Dia menyakini salah satu alih fungsi lahan besar-besaran yang kini menyebabkan banjir di Puncak adalah kawasan yang kini dibangun tempat wisata itu.
“Karena tidak dibongkar sendiri, maka saya perintahkan untuk dibongkar hari ini,” tegas Dedi Mulyadi.
Dedi tampak didamping wakil bupati Bogor dan sejumlah anggota DPRD. Menurutnya, meski pengelolaan proyek ini di bawah BUMD, tetap jika tak sesuai aturan akan dibongkar.
“Saya tidak segan-segan, meskipun ini merupakan proyek PT DPMD Provinsi Jawa Barat. Semua yang melanggar aturan harus ditindak,” ujarnya.
Tempat wisata ini disebut juga Disney Land Puncak karena bentuknya mirip dengan wahana Disney Land yang ada di luar negeri.
Hibisc Fantasy berlokasi di antara Kebun Teh Puncak Bogor, Jalan Raya Gadok, Tugu Selatan, Puncak. Taman bermain itu dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi.
Berlokasi di kawasan pegunungan, Hibisc Fantasy Puncak menyuguhkan suasana asri dan sejuk, sering kali diselimuti kabut yang menambah pesonanya. Ada15 wahana permainan yang ditawarkan untuk menyenangkan pengunjung dari berbagai usia. Seperti Roller Coaster, flying fox, water slide, mini train. Selain itu juga ada area taman bermain anak-anak dan restoran.
Saat ini, Hibisc Fantasy Puncak dikelola perusahaan yang berfokus pada pengembangan pariwisata, PT Jaswita Jabar, salah satu BUMD Pemprov Jabar. Jaswita Jabar sahamnya 100% milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merupakan metamorfosis dari Perusahaan Daerah (PD) Jasa dan Kepariwisataan yang telah berdiri sejak 23 September 1999.
Perusahaan ini dikenal aktif dalam menciptakan berbagai fasilitas rekreasi yang menarik dan berkualitas. Pembangunan Hibisc Fantasy Puncak dimulai beberapa tahun yang lalu, dengan tujuan untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk menikmati semua wahana yang ada, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk yang terjangkau. Harga tiket masuk Hibisc Fantasy Puncak di awal buka lalu dibanderol Rp40.000 untuk tiker regular, dan terusan sebesar Rp50.000 per orang, dengan diskon khusus untuk anak-anak dan kelompok. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe