JAKARTA, SUMUTPOS.CO–Sebanyak 400 Warga Negara Indonesia (WNI) korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dipulangkan dari Myanmar, Senin (18/3). Mereka mengaku alami kekerasan fisik seperti disetrum, dipukuli an diancam organ tubuh diambil.
Mereka terjerumus jaringan penipuan daring di Myawaddy, Myanmar. Myawaddy wilayah konflik yang berada di perbatasan Myanmar-Thailand. Pada awal 2024, kota tersebut direbut pasukan pemberontak, Tentara Pembebasan Nasional Karen.
Selain itu, Myawaddy juga dikenal sebagai pusat kegiatan terlarang, khususnya operasi penipuan daring. Para korban diiming-imingi tawaran pekerjaan palsu dan dipaksa mengikuti skema penipuan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan, selama bekerja di markas sindikat online scamming, para korban WNI
mengalami banyak tekanan.
Mulai dari kekerasan fisik seperti pemukulan dan penyetruman hingga diancam diambil organnya jika tidak mencapai target yang ditetapkan.
”Paspor mereka diambil, mereka juga dilarang berkomunikasi dengan keluarga atau pihak luar sehingga praktik ini mengindikasikan adanya penyanderaan dalam jaringan mafia online scamming skala besar,” tuturnya dalam penyambutan para korban WNI terduga TPPO dari
Myanmar di Jakarta.
Karenanya, lanjut dia, para korban akan mendapatkan layanan kesehatan hingga pendampingan psikososial. Ini untuk memastikan mereka dapat pulih sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Repatriasi Tidak Mudah Mengenai pelaku yang terlibat jaringan TPPO, Budi memastikan pemerintah akan memburu para pelaku. Bekerja sama dengan otoritas luar negeri, upaya hukum bakal ditegakkan penuh.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, para
WNI tersebut berhasil direpatriasi melalui upaya yang tidak mudah. Sebab, Myawaddy daerah konflik sehingga ada berbagai faksi dan kepentingan.
”Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa sampai dan melakukan upaya evakuasi dari WNI di Myanmar,” paparnya.
Lebih lanjut Sugiono menyampaikan, dalam gelombang pertama kemarin ada 400 orang WNI yang dipulangkan melalui Bandara Don Mueang, Bangkok. Kloter selanjutnya tiba hari ini dipimpin Direktur Pelindungan WNI Judha Nugraha.
”Terakhir 154 orang direncanakan tiba besok (hari ini), 19 Maret 2025, juga melalui Bandara Soekarno-Hatta,” ungkapnya.
Total WNI terduga korban TPPO yang dipulangkan berjumlah 554 orang. Rin ciannya, 449 laki-laki dan 105 perempuan.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri berhasil memulangkan 92 orang tahun lalu
dan 174 orang di bulan Januari– Februari 2025. Hingga saat ini sudah lebih dari 6.800 kasus yang ditangani dan tersebar di
10 negara tujuan. (mia/ttg/jpg/han)