SUMUTPOS.CO- Sesuai dengan jadwal Kementerian Agama (Kemenag), pemulangan terakhir jamaah haji tahun 2025 dilakukan pada 11 Juli dinihari waktu Arab Saudi.
Meski begitu, hingga saat ini masih ada tiga jamaah yang hilang. Petugas masih melakukan pencarian terhadap tiga jamaah haji Indonesia yang dinyatakan hilang itu.
Ketiga jamaah itu yaitu Sukardi jamaah dari Malang yang tergabung dalam kloter SUB-79 (embarkasi Surabaya). Lalu yang kedua Hasbullah, jamaah yang masuk dalam kloter BDJ-07 (embarkasi Banjarmasin).
Kemudian, Nurimah Muntajim kloter 19, embarkasi Palembang.
Dua orang dinyatakan hilang sebelum masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kemudian satu jamaah hilang setelah masa Armuzna.
Jamaah-jamaah itu mempunyai riwayat demensia. Petugas terus melakukan pencarian, termasuk menyusuri hotel tempat mereka menginap.
Di Jakarta, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pencarian ketiga jamaah tersebut terus dilakukan.
"Sedang kita cari ya, setiap tahun selalu ada yang hilang. Bahkan ada yang masuk rumah sakit tahun lalu, (sekarang) masih di sana (Arab Saudi)," kata Nasaruddin usai Kick-off Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) Internasional di Jakarta (8/7).
Diberitakan sebelumnya, perkembangan proses pencarian disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Jamaah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Kolonel Laut Harun Arrasyid.
Dia mengatakan petugas terus melakukan pencarian jamaah itu sampai ditemukan.
Personel PPIH yang membidangi perlindungan jamaah terus melakukan pencarian.
Harun mengatakan, ketiga jamaah ini punya riwayat demensia.
Pihaknya terus berupaya melakukan pencarian dengan berbagai skema. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan syarikah dan KJRI serta Konsultan Haji di Jeddah. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe