SUMUTPOS.CO- Rayyan Arkan Dikha atau dikenal dengan Dika Aura Farming, bocah yang viral karena kepawaiannya menari di atas perahi saat lomba jalur pacu ternyata pernah jatuh dari perahu.
Walaupun begitu, dirinya tidak takut dan terus menari dan berdiri di atas perahu.
"Pernah, tapi nggak sering," ujarnya saat bertemu dengan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dengan bocah viral "aura farming" di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (9/7) sore.
Dika mengaku belajar menari secara otodidak. Begitu pula dengan berenang, yang dipelajari secara mandiri.
"Saya sudah belajar berenang. Jadi kalau jatuh dari perahu yang sedang melaju cepat tidak takut lagi," ungkapnya.
Saat ditanya tentang dirinya yang terkenal di dunia akibat aksinya itu, Siswa SD 013 Desa Pintu Gobang, Kari, Kuantan Singingi, Riau itu mengaku tidak menyangka kareba itu video tahun 2024 lalu. Dika mengaku tahu dari kakak sepupunya.
"Tahu (kalau viral)," katanya sambil tersenyum malu-malu.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memberikan beasiswa sebagai bentuk aprisiasi terhadap keberanian Dhika dan kepiawaiannya dalam menari di ajang pacu jalur ini, Fadli Zon memberikannya beasiswa sebesar Rp 20 juta. Dia berharap, Dhika bisa terus belajar dan meneruskan bakatnya dalam menari.
"Jadi memang sudah punya bakat lah ya, dan saya lihat memang untuk menari di atas atau di ujung perahu itu ternyata tidak mudah ya," paparnya.
"Kita juga menghargai apa yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing dengan Pacu Jalur yang terus menghidupkan budaya Indonesia," tutur Menbud.
Pacu Jalur ini, kata dia, sejatinya sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2015.
Tradisi ini pun sudah ada sejak 100 tahun lalu dan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kuansing, termasuk untuk merayakan hari-hari besar agama Islam dan hari Kemerdekaan Indonesia.
Kentalnya nilai-nilai budaya dalam tradisi ini pun membuat dirinya berencana mengusulkan pacu jalur ke UNESCO sebagai intangible cultural heritage of humanity. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe