Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Staf KBRI di Peru Tewas Ditembak di Lima, Polisi Masih Buru Pelaku

Johan Panjaitan • Selasa, 2 September 2025 | 14:10 WIB
ilustrasi: Staf KBRI di Lima, Peru Tewas ditembak OTK. (Freepik)
ilustrasi: Staf KBRI di Lima, Peru Tewas ditembak OTK. (Freepik)

PERU, Sumutpos.jawapos.com-Duka mendalam menyelimuti komunitas diplomatik Indonesia setelah seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Peru, Cetro Leonardo Purba (40), tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) di ibu kota Peru, Lima.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam (31/8) waktu setempat, tepatnya di kawasan Lince, salah satu distrik di pusat kota Lima. Korban diketahui baru pulang dari kantor kedutaan bersama istrinya dengan bersepeda ketika insiden terjadi.

Dilansir dari media lokal El Comercio, korban disergap oleh dua pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor. Tanpa memberi peringatan, pelaku langsung melepaskan tiga tembakan ke arah kepala korban.

Korban sempat dilarikan ke Clínica Javier Prado, namun nyawanya tak tertolong. Sang istri yang menyaksikan langsung kejadian ini selamat dan saat ini berada di bawah perlindungan aparat keamanan setempat.

“Kepolisian Peru menyampaikan duka cita atas pembunuhan seorang pekerja diplomatik dari Kedutaan Besar Indonesia. Kami telah mengaktifkan operasi pengejaran dan tengah melakukan investigasi menyeluruh,” tulis akun resmi @PoliciaPeru di platform X.

Hingga saat ini, belum diketahui motif di balik penembakan tersebut. Pihak Kepolisian Nasional Peru telah mengaktifkan operasi khusus ‘Plan Cerco’ guna mempersempit ruang gerak pelaku yang masih buron.

Seorang rekan kerja korban yang diwawancarai oleh media RPP Noticias menyebut bahwa Purba tidak memiliki konflik pribadi dan tidak pernah menerima ancaman.

“Dia bahkan belum fasih berbahasa Spanyol, jadi kecil kemungkinan ia bersinggungan dengan pihak lokal,” ujarnya.

Cetro Leonardo Purba diketahui baru mulai bertugas di KBRI Lima pada April 2023 bersama keluarganya. Kepergiannya yang mendadak dan tragis ini menjadi sorotan tidak hanya di Peru, tetapi juga di Indonesia dan komunitas internasional.

Situasi ini juga menambah ketegangan di tengah kondisi politik yang tidak stabil, baik di Peru maupun di Indonesia yang sedang dilanda gelombang unjuk rasa terkait isu politik domestik.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya staf diplomatik tersebut. Ia meminta pihak berwenang Peru untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan.

“Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas negara. Kami meminta pihak berwenang Peru untuk mengusut kasus ini dengan serius dan transparan,” tegas Menlu Sugiono dalam pernyataan resmi.

Kasus pembunuhan terhadap staf diplomatik Indonesia ini menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak menyerukan perlindungan lebih bagi diplomat asing yang bertugas di negara-negara dengan tingkat kriminalitas tinggi.

Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah mempersiapkan proses pemulangan jenazah ke tanah air dan memberikan pendampingan psikologis kepada istri korban.(jpc/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tewas #ditembak #kbri