Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

CAEXPO–CABIS 2025: Indonesia Tampilkan Inovasi AI dan UMKM, Perkuat Kemitraan dengan Tiongkok

Johan Panjaitan • Kamis, 18 September 2025 | 14:40 WIB
Acara pembukaan Paviliun Indonesia di NICEC,  pada  17/9/2025.  (Istimewa/ Sumut Pos)
Acara pembukaan Paviliun Indonesia di NICEC, pada 17/9/2025. (Istimewa/ Sumut Pos)

NANNING, Sumutpos.jawapos.com-Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan berpartisipasi dalam China–ASEAN Expo (CAEXPO) dan China–ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) yang digelar di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC), Provinsi Guangxi, Tiongkok, pada 17–21 September 2025.

Dipimpin oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), partisipasi Indonesia tahun ini mengusung konsep yang lebih inovatif dengan memadukan kekuatan komoditas unggulan, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pesona budaya Kalimantan Selatan.

Agenda tahunan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng, dengan tema utama:
“Digital Intelligence and Innovation Empower Development — Leveraging China-ASEAN FTA 3.0 New Opportunities for an Even Closer China–ASEAN Community with a Shared Future.”

CAEXPO–CABIS 2025 juga menjadi momen istimewa dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi regional ASEAN–China.

Paviliun Indonesia: Kolaborasi Inovatif dari Komoditas Hingga AI

Acara pembukaan Paviliun Komoditas Indonesia yang berlangsung di Hall D5 dipimpin oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, dan dimeriahkan dengan tarian Tak Tong Tong dari Sumatera Barat. Turut hadir Sekjen CAEXPO Qin Webing.

Sebanyak 74 booth ditampilkan, memperkenalkan produk unggulan Indonesia seperti:

1. Sawit dan turunannya

2. Kopi, cengkeh, buah tropis

3. Furnitur, kerajinan tangan, fashion

Potensi wisata daerah

Perusahaan besar seperti Telekomunikasi Indonesia (Telin) dan Maspion Group, serta lembaga seperti BPDPKS, juga hadir untuk mempromosikan inovasi dan komitmen terhadap sawit berkelanjutan.

Di sisi lain, Paviliun AI Indonesia di Hall B1, dikelola oleh Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) yang dipimpin Sarwoto Atmosutarno. Paviliun ini menampilkan teknologi berbasis AI untuk:

-Smart farming

-Pengelolaan sampah cerdas

-Energi terbarukan

-Kalsel Tampilkan Pesona dan Peluang Investasi di City of Charm

Provinsi Kalimantan Selatan tampil menonjol di Paviliun City of Charm (Hall B2). Menampilkan pesona budaya dan kuliner khas Banjarmasin, Tanah Bumbu, dan Tapin, paviliun ini juga memperkenalkan potensi investasi berkelanjutan di sektor pertambangan dan perkebunan.

“Partisipasi ini diharapkan menjadi langkah untuk menjalin kerja sama lebih erat dalam bidang perdagangan, investasi, dan kolaborasi strategis, khususnya dengan Pemerintah Provinsi Guangxi,” ujar Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, melalui Kepala Dinas Perdagangan Iwan Bagiawan.

Ia juga menambahkan bahwa Kalsel dan Guangxi memiliki kesamaan dalam potensi sumber daya alam, serta peluang kerja sama di bidang pertanian dan energi.

Acara pembukaan paviliun Indonesia juga dimeriahkan dengan peragaan busana oleh desainer Yoseph Kurnia bersama model dari Jember Fashion Carnaval, menarik perhatian pengunjung internasional.

Selama CAEXPO–CABIS 2025, delegasi Indonesia turut menyelenggarakan sejumlah agenda bisnis strategis, di antaranya:

-Business Talk with Government of South Kalimantan Province (17 September)

-Penandatanganan MoU Johnlin Agro Raya – Yonghong Group (sektor sawit berkelanjutan)

-Forum Dialogue of Plantation Fund Management Agency (18 September), membahas hilirisasi sawit, energi hijau, dan sertifikasi ISPO

-Business Matching UMKM (18–19 September) yang ditargetkan mencetak transaksi hingga Rp100 miliar, difasilitasi oleh ITPC Shanghai

Capaian dan Harapan Indonesia

Pada CAEXPO 2024, Indonesia meraih tujuh penghargaan, termasuk Best National Pavilion. Hal ini menjadi modal kuat untuk meraih pencapaian lebih tinggi tahun ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia, dengan kontribusi 40,86% terhadap impor nonmigas pada Januari 2025.

“Partisipasi Indonesia di CAEXPO–CABIS 2025 bukan sekadar mempromosikan produk, tapi juga memperkuat kemitraan strategis dengan Tiongkok dan ASEAN,” ujar Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok, Parulian Silalahi.

Data Perdagangan ASEAN–Tiongkok

Volume perdagangan dua arah (Jan–Agustus 2025): US$686,78 miliar (+8,6% YoY)

Nilai investasi timbal balik hingga Juli 2025: >US$450 miliar.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tiongkok #KANCAH INTERNASIONAL #CAEXPO