Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gunung Rinjani Kebakaran, Para Pendaki Diimbau Hati- hati karena Suhu Panas dan Padang Asap

Juli Rambe • Senin, 20 Oktober 2025 | 19:00 WIB
EVAKUASI: Bule asal Swiss jatuh di Danau Segara, Gunung Rinjani. Kabarnya dia patah tulang. (Dok: istimewa)
EVAKUASI: Bule asal Swiss jatuh di Danau Segara, Gunung Rinjani. Kabarnya dia patah tulang. (Dok: istimewa)

 

SUMUT POS- Gunung Rinjani yang berada di lahan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) kebakaran sejak Kamis (16/10/2025), dan berhasil dipadamkan pada Minggu (19/10/2025).

Kebakaran ini melanda di lahan seluas 10 hektare. Walaupun begitu, ada 35 hektare yang terdampak, seperti pohon terbakar, padang asap, suhu panas, dan debu-debu yang menganggu penglihatan. Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas pendakian menuju puncak.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Yarman Waru memberikan imbauan kepada para pendaki agar berhati- hati. Karena dampak ini berkaitan dengan kesehatan.

"Memang total area yang kebakaran seluas 10 hektare, tapi yang terdampak mencapai 35 hektare. Area ini memang tidak terbakar tapi efek dari bekas kobaran api itu luas," katanya pada Senin (20/10/2025).

Dijelaskannya, api berhasil dipadamkan setelah petugas dari pengendalian kebakaran hutan (Dalkarhutla) berjibaku dua hari menjinakkan si jago merah pada Minggu (19/10/2025).

Yarman dan jajarannya masih menyelidiki penyebab kebakaran kawasan hutan di Taman Nasional Gunung Rinjani. Termasuk terkait adanya dugaan faktor kesengajaan dalam kebakaran hutan di Rinjani. Semua faktor patut dipertimbangkan sehingga bisa menemukan solusi.

"Tim saya lagi melihat juga di lapangan mudah-mudahan sudah bisa dapat informasi valid," imbuh Yarman.

Salah satu hal yang memengaruhi terjadinya kebakaran adalah tingginya suhu. Menurut Yarman, cuaca yang sangat panas mengakibatkan terjadinya kebakaran dengan area cukup luas. Selain cuaca, faktor angin juga dapat mempercepat api merambah ke kawasan hutan.

"Kami minta kewaspadaan semua pihak untuk menjaga aktivitas di area kebakaran. Jika ada informasi titik api, segera dilaporkan ke kami," ujar Yarman.

Menurut Yarman, dampak kebakaran lahan tidak menghambat aktivitas pendakian di Gunung Rinjani. Aktivitas para pemburu keindahan Rinjani dan pecinta alam berlangsung normal meski jumlah pendaki tidak terlalu seramai Agustus dan September. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Gunung Rinjani #Gunung Rinjani kebakaran