Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Berlaku Semua Moda Transportasi, Ini Tarif Diskon Nataru Mulai 22 Desember 2025-10 Januari 2026

Johan Panjaitan • Senin, 24 November 2025 | 07:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah resmi memberlakukan potongan tarif besar-besaran untuk seluruh moda transportasi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai langkah strategis untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.

Airlangga menegaskan, stimulus ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang lebih terjangkau.

“Mobilitas masyarakat sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, potongan tarif ini kita siapkan khusus selama Libur Nataru 2025/2026,” ujar Airlangga.

Diskon dapat dinikmati untuk perjalanan mulai 22 Desember 2025–10 Januari 2026, sementara moda kapal laut berlaku lebih awal sejak 17 Desember 2025.

Empat Moda Transportasi Dapat Diskon

Kebijakan potongan harga ini mencakup empat moda transportasi nasional dengan skema sebagai berikut:

1. Kereta Api: Diskon 30 Persen

Penumpang KA ekonomi komersial mendapat potongan 30 persen untuk 156 perjalanan reguler dan 26 perjalanan tambahan.
Kuota: 1.509.080 penumpang.
Tiket dapat dibeli melalui seluruh kanal resmi PT KAI.

2. Kapal Laut: Diskon 20 Persen

PT PELNI memberikan potongan 20 persen dari tarif dasar (setara 16–18 persen total harga) untuk penumpang kelas ekonomi.
Kuota: 405.881 penumpang.

3. Layanan Penyeberangan: Gratis Tarif Jasa Kepelabuhan

Diskon setara 19 persen dari tarif terpadu.
Berlaku di 8 lintasan dan 16 pelabuhan melalui aplikasi Ferizy.
Kuota: 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan.

4. Penerbangan: Diskon 13–14 Persen

Tiket pesawat mendapatkan potongan sekitar 13–14 persen.
Kuota: 3,59 juta penumpang.

Pengawasan Harga Dianggap Kunci

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, mengingatkan bahwa program diskon ini harus diawasi ketat. Ia menilai, beberapa tahun terakhir, diskon tiket pesawat sering tidak dirasakan masyarakat.

“Kadang disebut ada diskon, tapi saat dicek seat-nya tidak ada. Harga juga tidak jauh berbeda. Ini membuat demand tetap rendah,” ujar Maulana.

Pelaku industri perhotelan dan pariwisata mendukung penuh kebijakan ini, mengingat Nataru merupakan periode emas bagi sektor wisata. Namun mereka menegaskan, manfaat kebijakan hanya akan terasa jika pengawasan dilakukan secara menyeluruh.

“Harapan kami, pengawasan pemberian diskon ini benar-benar diperketat,” tambah Maulana.

Dengan stimulus tarif yang besar dan merata di seluruh moda transportasi, pemerintah berharap libur Nataru tahun ini berjalan lebih lancar, terjangkau, dan mampu menggerakkan ekonomi nasional dengan optimal.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Tranportasi #nataru #diskon #tarif