Konsulat Jenderal India di Medan melaksanakan rangkaian kegiatan konsuler, kemasyarakatan, dan kebudayaan di Batam dan Tanjung Pinang pada 21 hingga 23 Desember 2025 lalu. Kegiatan bertujuan memperkuat jangkauan pelayanan kepada komunitas India di Kepulauan Riau serta menegaskan kembali ikatan budaya yang telah lama terjalin antara India dan kawasan tersebut.
Pada 21 Desember 2025, konsulat menyelenggarakan Kamp Konsuler dan Open House di Batam, yang bertujuan mendekatkan layanan konsuler esensial kepada warga negara India yang tinggal di wilayah tersebut. Anggota komunitas India memperoleh manfaat dari layanan konsuler berupa paspor, atestasi, dan konsultasi yang diberikan selama Kamp Konsuler. Konsul jenderal berinteraksi dengan komunitas India. Untuk memperingati Hari Meditasi Internasional pertama, Konsulat juga mengadakan program meditasi terpandu bersama komunitas India. Sesi meditasi tersebut mempromosikan kesadaran diri dan keseimbangan batin. Kegiatan meditasi ini mendorong kesejahteraan holistik dan harmoni spiritual.
Pada 22 Desember 2025, konsul jenderal dan tim konsulat bertemu dengan Rektor Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., beserta timnya di Batam. Dalam pertemuan ini kedua pihak membahas bidang-bidang potensi kerja sama antara UNIBA dan universitas-universitas di India, termasuk kolaborasi akademik dan program kebudayaan. UNIBA menyatakan keinginannya untuk membentuk Klub Film India guna memutar film-film India bekerja sama dengan konsulat.
Konsul Jenderal dan Rizal, General Manager Hotel Wyndham Batam, membahas kemungkinan penyelenggaraan Festival Kuliner India di hotel tersebut dengan dukungan komunitas India yang tinggal di Batam. Tim Konsulat juga mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam untuk menemui seorang warga negara India yang ditahan di sana guna menanyakan kondisi kesejahteraannya.
Selanjutnya, tim konsulat mengunjungi lembaga pemasyarakatan di Tanjung Pinang untuk menemui dua warga negara India yang ditahan di sana dan menanyakan kondisi kesejahteraan mereka. Kunjungan ke lembaga pemasyarakatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan konsulat untuk memastikan kesejahteraan dan perlakuan yang adil bagi warga negara India yang berada dalam tahanan serta untuk memberikan bantuan konsuler.
Pada hari yang sama, Konsul Jenderal, Ravi Shanker Goel, melaksanakan serangkaian kegiatan resmi di Tanjung Pinang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Zulhidayat, S.Hut, beserta timnya mendampingi Konsul Jenderal dan menunjukkan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alam Shah di Tanjung Pinang. Konsul jenderal mengapresiasi upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah kota dalam menjaga sejarah tersebut.
Sekda dan konsul jenderal juga membahas ikatan budaya, hubungan kemasyarakatan, serta hubungan historis yang panjang antara India dan Kepulauan Riau. Pertemuan tersebut mencerminkan niat baik bersama dan keterbukaan terhadap peningkatan keterlibatan budaya. Pertemuan tersebut berlangsung di Prata Heritage India, yang diperkenalkan kepada konsul jenderal sebagai sebuah tempat yang terkenal dan dimiliki oleh seorang pengusaha lokal keturunan India dari Negara Bagian Kerala.
Konsul jenderal merasa senang mengetahui kontribusi jangka panjang komunitas keturunan India terhadap lanskap budaya dan kuliner Tanjung Pinang. Rangkaian kegiatan diakhiri di Masjid Al-Hikmah, yang secara historis dikenal sebagai Masjid Keling, sebuah masjid yang didirikan oleh para pemukim awal keturunan India. Dalam kesempatan ini, konsul jenderal bertemu dengan Aswandi Syahri, S.S., seorang sejarawan Kepulauan Riau dan dosen praktisi Hukum Adat Melayu di Universitas Maritim Raja Ali Haji yang memberikan penjelasan mengenai perkembangan historis masjid tersebut, komunitas awal keturunan India, serta keterkaitan jangka panjang mereka dengan Kepulauan Riau dan khususnya dengan Tanjung Pinang. (sih)
Editor : Redaksi