SULSEL, Sumutpos.jawapos.com-Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) dipastikan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah pria beserta sejumlah puing pesawat, sementara nasib sembilan penumpang lainnya masih belum diketahui.
Puing pesawat diidentifikasi oleh TNI-AU dan SAR Gabungan pada pukul 08.05 WITA, dengan lokasi di ketinggian 1.390 meter di atas permukaan laut, koordinat 4°55'44,425"S 119°44'50,093"E.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut medan pencarian sangat ekstrem dengan hujan lebat dan kabut tebal, jarak pandang hanya sekitar lima meter. Beberapa tim SAR sempat membatalkan penurunan vertikal demi keselamatan personel.
SRU 1 menuruni tebing ke arah barat, SRU 3 sebagian berada di puncak dan berhasil menyeberang ke titik dua, sementara SRU 4 terpaksa kembali ke posko karena tidak menemukan jalur aman. Tim logistik juga bergerak untuk mendukung keberlanjutan operasi.
Pada pukul 14.20 WITA, satu korban laki-laki ditemukan di kedalaman jurang sekitar 200 meter, berdekatan dengan serpihan pesawat. Evakuasi melalui jalur pendakian kini sedang berlangsung. Selain itu, SRU 3 menemukan bagian rangka, kursi, dan lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan.
Dukungan Militer dan SAR
TNI-AU menerjunkan prajurit gabungan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Kopasgat, dan Yon Arhanud 23 Kopasgat. Mereka bergabung dengan unsur SAR dan masyarakat setempat. TNI-AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut VI juga mengirim 31 personel dibantu tim kesehatan dan material operasi, termasuk truk, ambulans lapangan, GPS, HT, tali mountaineering, dan drone untuk pencarian di medan sulit.
Tiga Pegawai KKP Jadi Korban
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan tiga pegawai KKP berada dalam penerbangan tersebut. Mereka, yang bertugas di Direktorat Jenderal Pengawasan Kelautan dan Perikanan (PSTKP), melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan melalui udara. Tiga korban adalah:
Feri Irawan – Analis Kapal Pengawas
Deden Mulyana – Penata Muda Tingkat 1
Yoga Noval – Operator Foto Udara
“Pesawat ini rutin digunakan untuk operasi pengawasan wilayah laut, termasuk perbatasan, bekerja sama dengan IAT,” ujar Trenggono.
Direktur Utama IAT, Adi Triwibowo, menyebut kru yang on-board berjumlah tujuh orang: Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilia. Ia menegaskan informasi sebelumnya yang menyebut delapan orang adalah keliru.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan