Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemerintah Fokus pada Keselamatan Jamaah Umrah dan Haji

Juli Rambe • Kamis, 5 Maret 2026 | 04:00 WIB

UMRAH: Menjalankan Umrah sebelum atau selama Ramadan adalah kesempatan langka untuk memperkaya pengalaman spiritual.(Instagram @ahmad_makkah786)
UMRAH: Menjalankan Umrah sebelum atau selama Ramadan adalah kesempatan langka untuk memperkaya pengalaman spiritual.(Instagram @ahmad_makkah786)

 

SUMUT POS- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mengamati situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih memanas dan dinamika penerbangan. Kini pemerintah berfokus pada keselamatan, keamanan dan perlindungan bagi jamaah umrah.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan, proses kepulangan jamaah terus berjalan secara bertahap.

“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jamaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” ujarnya belum lama ini.

Ichsan mengungkapkan, pada Sabtu (28/2/2026) terdapat 4.200 jamaah umrah yang kembali ke Tanah Air menggunakan 12 penerbangan. Sementara pada Minggu (1/3/2026) terdapat 2.047 jamaah umrah yang pulang ke Tanah Air menggunakan lima penerbangan.

Adapun calon jamaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 PPIU.

“Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jamaah. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan,” ucap Ichsan

Pemerintah juga meminta agar komunikasi antara PPIU dan jamaah terus dijalin dengan baik.

“Kami mengajak jamaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jamaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” katanya.

Terkait aspek perlindungan, pemerintah menegaskan bahwa negara hadir. Jamaah yang mengalami kendala perlindungan, persoalan hukum, atau kondisi darurat di Arab Saudi maupun negara transit diminta segera menghubungi KBRI atau KJRI setempat.

“Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan setiap persoalan jamaah ditangani cepat dan tepat. Kami meminta seluruh jamaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi,” ujar Ichsan.

Demi mengutamakan aspek keselamatan dan perlindungan jamaah, Kemenhaj mengimbau jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif.

Sehingga, pelaksanaan ibadah bisa lebih aman dan nyaman. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe
#Jamaah umrah asal Indonesia #Perang iran