Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

WFH 1 Hari Sepekan Usai Lebaran, Upaya Pemerintah Tekan Konsumsi BBM

Redaksi • Jumat, 20 Maret 2026 | 16:26 WIB

Ilustrasi work from home. (Pexels.com)
Ilustrasi work from home. (Pexels.com)

sumutpos.jawapos.com* – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan setelah Lebaran. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah efisiensi energi di tengah tingginya harga minyak global.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (20/3/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa skema ini tengah dibahas dan disiapkan secara teknis sebelum diumumkan resmi ke publik.

Kebijakan WFH ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diterapkan oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.

“Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta dan pemda,” ujar Airlangga.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi mobilitas pekerja yang berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memperkirakan kebijakan ini dapat menghemat penggunaan energi secara signifikan.

Bahkan, efisiensi yang dihasilkan diperkirakan bisa mencapai sekitar seperlima atau 20 persen dari konsumsi BBM harian.

“Penghematannya cukup signifikan, sekitar seperlima dari yang biasa kita keluarkan,” jelas Airlangga.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan karena kenaikan harga BBM di dalam negeri, melainkan lebih kepada respons terhadap kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia.

Rencananya, kebijakan ini akan mulai diberlakukan setelah Lebaran, namun waktu pasti pelaksanaannya masih menunggu finalisasi konsep dan situasi global yang berkembang.

Selain WFH, pemerintah juga membahas berbagai langkah efisiensi lain untuk menjaga stabilitas anggaran negara di tengah tekanan ekonomi global.

Kebijakan ini pun langsung menuai beragam tanggapan dari netizen di media sosial. Sebagian mendukung karena dinilai bisa menghemat biaya dan waktu perjalanan.

Baca Juga: Mobil Bermuatan BBM Terbakar di Sitinjo, Sopir dan Anak Alami Luka Bakar

“Lumayan banget kalau WFH, ongkos bensin bisa ditekan. Apalagi macet tiap hari,” tulis seorang netizen.

Namun, ada juga yang meragukan efektivitasnya jika tidak diterapkan secara merata di semua sektor pekerjaan.

“Kalau cuma ASN yang WFH, sementara swasta tetap masuk, ya tetap saja jalanan ramai,” komentar lainnya.

Sebagian netizen juga menyoroti kesiapan infrastruktur kerja jarak jauh, terutama di daerah.

“WFH bagus, tapi jangan lupa kualitas internet di daerah masih belum merata,” ungkap warganet.

Tak sedikit pula yang mengaitkan kebijakan ini dengan pengalaman saat pandemi.

“Dulu sudah terbukti WFH bisa jalan, tinggal diperbaiki sistemnya saja,” tulis netizen lain.

Sementara itu, ada juga yang menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus pada WFH sebagai solusi penghematan energi.

“Selain WFH, transportasi umum juga harus dibenahi biar orang mau beralih,” komentar pengguna media sosial. (lin)

Editor : Redaksi
#hemat bbm #kebijakan pemerintah #ekonomi indonesia #wfh